Angkasawan RRI, Pengabdian yang Tak Pernah Berhenti

  • 10 Sep 2026 08:09 WIB
  •  Manokwari

RRI.CO.ID, Manokwari: Ada suara yang mungkin terdengar biasa di telinga, tetapi di baliknya tersimpan pengabdian yang luar biasa. Ketika masyarakat mendengar RRI mengudara, sesungguhnya ada Angkasawan yang sedang bekerja, menjaga amanah, dan memastikan suara Indonesia tetap sampai kepada mereka yang membutuhkan.

Menjadi Angkasawan bukan sekadar datang ke ruang kerja, berbicara di depan mikrofon, atau memastikan sebuah siaran berjalan. Ada ketulusan untuk melayani, kesediaan untuk hadir ketika dibutuhkan, dan tanggung jawab untuk menjaga setiap informasi yang sampai kepada masyarakat.

Setiap hari, ada Angkasawan yang datang ketika sebagian orang masih terlelap dan tetap bekerja ketika sebagian lainnya telah beristirahat. Mereka mungkin tidak selalu disebut namanya, tetapi pengabdiannya hadir dalam setiap berita, informasi, musik, dan suara masyarakat yang menemani pendengar.

Sejak RRI berdiri pada 11 September 1945, semangat pengabdian telah menjadi bagian dari perjalanan lembaga penyiaran ini. Jika para pendahulu dahulu berjuang agar suara Indonesia tetap terdengar di tengah perjuangan mempertahankan kemerdekaan, Angkasawan hari ini meneruskan semangat itu di tengah derasnya arus informasi.

Pengabdian itu tidak selalu hadir dalam pekerjaan besar yang terlihat. Terkadang ia hadir dalam ketelitian seorang reporter mencari kebenaran, kesungguhan penyiar menemani pendengar, atau ketekunan teknisi memastikan suara tetap jernih hingga sampai ke pelosok negeri.

Zaman berubah, teknologi berkembang, dan cara masyarakat mendapatkan informasi semakin beragam. Namun bagi Angkasawan, perubahan tersebut bukan alasan untuk berhenti mengabdi, melainkan panggilan untuk terus belajar dan menemukan cara baru agar RRI tetap dekat dengan masyarakat.

Momentum Hari Bhakti Radio dan usia ke-81 RRI, sudah semestinya kita menundukkan sejenak kepala untuk menghargai setiap Angkasawan yang telah memberikan waktu, tenaga, pikiran, bahkan sebagian perjalanan hidupnya untuk RRI. Sebab di balik panjangnya usia RRI, ada ribuan pengabdian yang mungkin tidak tercatat satu per satu, tetapi semuanya menjadi bagian dari sejarah Suara Indonesia.

Angkasawan, teruslah mengabdi, Karena ketika suara RRI terdengar, di sanalah jejak pengabdian kalian hidup. Bahkan menemani Indonesia, melayani masyarakat, dan menjaga suara negeri agar tidak pernah kehilangan arah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....