Orasi Ilmiah Profesor Rima Bahas Silvikultur Tropika
- 17 Agt 2026 15:15 WIB
- Manokwari
RRI.CO.ID, Manokwari - Universitas Papua (UNIPA) mengukuhkan Prof. Dr. Ir. Rima Herlina Setiawati Siburian, S.Hut., M.Si., IPU sebagai Guru Besar bidang Silvikultur Tropika. Pengukuhan berlangsung dalam Rapat Terbuka Senat UNIPA yang dirangkaikan dengan Wisuda Lulusan Program Magister, Sarjana, dan Diploma Periode II Tahun Akademik 2025/2026.
Melalui pidato ilmiahnya, Prof. Rima mengangkat tema “Rekonstruksi Paradigma Silvikultur Tropika Berbasis Etnobiodiversitas Papua”. Tema tersebut menegaskan pentingnya pendekatan pengelolaan hutan yang tidak hanya bertumpu pada ilmu pengetahuan modern, tetapi juga mempertimbangkan pengetahuan ekologis masyarakat Papua.
Papua memiliki modal ekologis strategis berupa hamparan hutan hujan tropis primer dengan keanekaragaman hayati yang tinggi. Keberadaan hutan tersebut menjadikan Papua memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus menjadi penyerap karbon bagi lingkungan global.
Prof. Rima menjelaskan, pemahaman terhadap ekosistem Papua perlu dilakukan dengan melihat kemampuan makhluk hidup dalam merespons perubahan iklim dan kondisi fisik bumi. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan adalah gradien elevasi sebagai eksperimen alami untuk memahami respons dan adaptasi organisme terhadap perubahan lingkungan.
Menurutnya, kekayaan Papua tidak hanya terdapat pada sumber daya alam, tetapi juga pada pengetahuan ekologis yang berkembang dalam kehidupan masyarakat. Pengetahuan tersebut diwariskan melalui pengalaman dan diwujudkan dalam bahasa, mitos, penanda alam, kalender panen hingga sistem pengelolaan lahan.
Integrasi antara pengetahuan lokal dan ilmu pengetahuan menjadi bagian penting dalam membangun paradigma baru silvikultur tropika. Pendekatan berbasis etnobiodiversitas Papua diharapkan mampu menghasilkan pengelolaan hutan yang lebih berkelanjutan sekaligus menghargai kearifan masyarakat setempat.
Pengukuhan ini sekaligus memperkuat peran Fakultas Kehutanan UNIPA dalam pengembangan ilmu kehutanan yang relevan dengan karakteristik wilayah Papua. Kehadiran guru besar di bidang Silvikultur Tropika diharapkan dapat mendorong penelitian, pendidikan, dan pengabdian yang berkontribusi bagi kelestarian hutan Papua.
Melalui gagasan tersebut, hutan Papua dipandang bukan sekadar objek yang harus dilindungi, tetapi sebagai bagian penting dari kehidupan masyarakat dan keberlanjutan dunia. Ilmu silvikultur diharapkan dapat menjadi jembatan antara kepentingan konservasi, pemanfaatan sumber daya secara berkelanjutan, dan pengetahuan masyarakat Papua.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....