Teknologi Modern Bawa Panen Padi Prafi Tembus 10 Ton

  • 11 Agt 2026 08:53 WIB
  •  Manokwari

RRI.CO.ID, Manokwari – Hamparan padi di Distrik Prafi, Kabupaten Manokwari, menunjukkan hasil menggembirakan setelah menerapkan teknologi Pertanian Modern Advanced Agriculture System (PM-AAS). Lahan demplot seluas dua hektare, hasil ubinan Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata produktivitas mencapai 10,13 ton per hektare.

Angka tersebut diperoleh dari tiga titik ubinan dengan hasil masing-masing 11,36 ton, 9,76 ton, dan 9,28 ton per hektare. Capaian ini memperlihatkan peluang teknologi pertanian modern dalam mendorong produktivitas padi sekaligus meningkatkan efisiensi usaha tani.

Hasil demplot tersebut menjadi bagian dari Temu Lapang Penerapan PM-AAS yang dipimpin Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Papua Barat, Dr. Abdul Syukur Syarif, S.P., M.P., di lahan milik Djamali dan Waluyo, Kamis 6 Agustus 2026.

Temu lapang mempertemukan petani, penyuluh, pemerintah daerah, BPS, serta pemangku kepentingan lainnya untuk melihat langsung penerapan PM-AAS. Kegiatan ini juga menjadi ruang bertukar pengalaman mengenai teknologi budidaya padi dan peluang penerapannya secara lebih luas.

Petani menyambut positif penerapan PM-AAS karena melihat adanya peningkatan hasil dan efisiensi dalam budidaya padi. Mereka berharap dukungan sarana produksi, terutama air, pupuk dan obat-obatan, serta pendampingan teknis dapat terus diperkuat.

Panen kemudian dilanjutkan dengan pelaksanaan ubinan oleh BPS untuk mengetahui produktivitas tanaman secara terukur. Pengukuran dilakukan pada tiga titik sebagai dasar perhitungan hasil rata-rata demplot.

Kepala BRMP Papua Barat mendorong hasil demplot tersebut menjadi pembelajaran bagi petani di wilayah lain. Teknologi pertanian modern diharapkan tidak berhenti pada lahan percontohan, tetapi dapat diadopsi petani sesuai kondisi dan kebutuhan di lapangan.

Penerapan PM-AAS di Prafi diharapkan turut memperkuat produksi padi dan mendukung percepatan swasembada pangan di Papua Barat. Dukungan sarana produksi dan pendampingan menjadi kunci agar produktivitas tinggi dapat dipertahankan secara berkelanjutan. (Sumber: BRMP Papua Barat).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....