Fakta Mengejutkan Kelelawar, Mamalia Terbang Penjaga Keseimbangan Alam

  • 20 Jul 2026 21:20 WIB
  •  Manokwari

RRI.CO.ID, Manokwari: Kelelawar sering kali dianggap sebagai hewan yang menyeramkan karena aktif pada malam hari dan kerap dikaitkan dengan mitos. Padahal, di balik penampilannya yang unik, kelelawar merupakan salah satu hewan paling penting bagi keseimbangan ekosistem. Hewan ini bahkan menjadi satu-satunya mamalia di dunia yang mampu terbang secara aktif, berbeda dengan tupai terbang yang hanya meluncur di udara.

Kelelawar termasuk dalam ordo Chiroptera, yang berarti "tangan bersayap". Sayapnya terbentuk dari selaput tipis yang membentang di antara jari-jari tangan yang memanjang, sehingga memungkinkan mereka melakukan manuver terbang yang sangat lincah. Fosil menunjukkan bahwa nenek moyang kelelawar telah ada sejak sekitar 50 juta tahun lalu.

Dilansir dari Smithsonian Saat ini, ilmuwan telah mengidentifikasi lebih dari 1.480 spesies kelelawar yang tersebar di hampir seluruh dunia, kecuali Antarktika. Jumlah tersebut mewakili sekitar 20 persen dari seluruh spesies mamalia yang hidup di Bumi, menjadikan kelelawar salah satu kelompok mamalia paling beragam.

Di Indonesia sendiri, terdapat ratusan spesies kelelawar yang hidup di berbagai habitat, mulai dari hutan hujan, gua, hingga kawasan perkotaan, Sebagian besar kelelawar aktif pada malam hari. Untuk mencari makan dan menghindari rintangan dalam kondisi gelap, banyak spesies menggunakan ekolokasi.

Mereka memancarkan gelombang suara berfrekuensi tinggi yang kemudian memantul dari benda di sekitarnya. Pantulan suara tersebut diterima kembali oleh telinga kelelawar sehingga mereka dapat mengetahui posisi, ukuran, bahkan arah gerakan mangsa dengan sangat akurat.

Dilansir dari iucn.org Kelelawar memberikan manfaat besar bagi manusia dan lingkungan. Perannya antara lain:

  1. Mengendalikan populasi serangga, termasuk hama pertanian dan nyamuk.
  2. Menyerbuki bunga berbagai tanaman yang mekar pada malam hari.
  3. Menyebarkan biji buah sehingga membantu regenerasi hutan.

Bahkan, beberapa tanaman bernilai ekonomi, seperti agave yang digunakan untuk membuat tequila dan mezcal, sangat bergantung pada kelelawar sebagai penyerbuk alami.

Salah satu kesalahpahaman terbesar adalah anggapan bahwa semua kelelawar merupakan pengisap darah. Faktanya, hanya tiga spesies kelelawar vampir di Amerika Latin yang memakan darah. Sebagian besar spesies lainnya justru mengonsumsi buah, nektar bunga, serbuk sari, atau serangga. Bahkan banyak kelelawar berperan sebagai pengendali alami hama yang sangat bermanfaat bagi pertanian.

Menurut IUCN, ratusan spesies kelelawar kini berada dalam kategori terancam sehingga upaya konservasi menjadi sangat penting. Meski sering disalahpahami, kelelawar merupakan satwa yang memiliki peran luar biasa bagi kehidupan di Bumi. Sebagai penyerbuk, penyebar biji, sekaligus pengendali alami serangga, kelelawar membantu menjaga keseimbangan ekosistem dan mendukung ketahanan pangan manusia. Melindungi habitat kelelawar berarti turut menjaga keberlangsungan hutan, pertanian, dan keanekaragaman hayati di masa depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....