Cara Kerja Otak dalam Mengenali Lingkungan Sekitar

  • 14 Jul 2026 22:09 WIB
  •  Manokwari

RRI.CO.ID, Manokwari – Jika déjà vu membuat seseorang merasa pernah mengalami suatu kejadian yang sebenarnya baru terjadi, maka jamais vu merupakan kebalikannya. Fenomena psikologis ini membuat sesuatu yang sangat familiar tiba-tiba terasa asing, baru, atau tidak dikenali untuk sesaat.

Istilah jamais vu berasal dari bahasa Prancis yang berarti "tidak pernah melihat" atau "never seen". Menurut penjelasan Cleveland Clinic, jamais vu adalah sensasi ketika seseorang berada dalam situasi yang sebenarnya sangat dikenal, tetapi otaknya gagal mengenalinya sehingga terasa seolah-olah baru pertama kali dialami.

Sebagai contoh, seseorang mungkin tiba-tiba merasa asing dengan rumahnya sendiri, tidak mengenali sebuah kata yang sering digunakan, atau bahkan merasa wajah teman dekat tampak seperti orang yang belum pernah ditemui sebelumnya. Meski demikian, secara logis ia tetap mengetahui bahwa hal tersebut sebenarnya sudah sangat familiar.

Menurut ScienceDirect, jamais vu terjadi ketika terdapat ketidaksesuaian antara pengenalan subjektif dan kenyataan objektif. Seseorang mengetahui bahwa suatu tempat, benda, atau orang sudah dikenal, tetapi perasaan akrab tersebut mendadak menghilang untuk sementara waktu.

Para peneliti meyakini fenomena ini berkaitan dengan cara otak memproses memori dan pengenalan. Cleveland Clinic menjelaskan bahwa jamais vu dapat muncul akibat gangguan sesaat dalam komunikasi antara area otak yang berperan dalam memori dan pengenalan, yaitu lobus temporal dan hipokampus. Akibatnya, otak gagal menghubungkan pengalaman saat ini dengan informasi yang sudah tersimpan dalam ingatan.

Salah satu bentuk jamais vu yang paling umum adalah ketika seseorang mengulang sebuah kata berkali-kali hingga kata tersebut terasa aneh dan seolah-olah bukan kata yang benar. Penelitian yang dilakukan neuropsikolog Chris Moulin menunjukkan bahwa pengulangan berlebihan dapat memicu sensasi kehilangan makna dan rasa familiar terhadap kata yang sebenarnya sangat dikenal.

Menurut HowStuffWorks, faktor seperti kelelahan, stres, kurang tidur, dan kelelahan mental diduga dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami jamais vu. Dalam sebagian besar kasus, fenomena ini berlangsung sangat singkat dan tidak berbahaya.

Meski umumnya normal, para ahli mengingatkan bahwa jamais vu yang terjadi sangat sering atau disertai gejala neurologis lain perlu mendapat perhatian medis. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa fenomena tersebut terkadang dapat muncul pada kondisi tertentu seperti epilepsi lobus temporal, amnesia, atau gangguan neurologis lainnya.

Bagi banyak orang, pengalaman jamais vu mungkin terasa membingungkan atau bahkan sedikit mengganggu. Namun, fenomena ini justru menjadi salah satu bukti betapa kompleksnya cara kerja otak manusia dalam mengenali dunia di sekitarnya. Saat sesuatu yang sangat akrab tiba-tiba terasa asing, para ilmuwan melihatnya sebagai jendela untuk memahami lebih jauh hubungan antara memori, perhatian, dan persepsi manusia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....