Anggaran Revitalisasi Sekolah Bintuni Capai Rp20,7 Miliar ini Daftarnya
- 29 Mei 2026 20:53 WIB
- Manokwari
RRI.CO.ID, Bintuni — Program revitalisasi sekolah dari pemerintah pusat terus digencarkan di Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat. Program Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah tersebut menyasar satuan pendidikan yang membutuhkan rehabilitasi gedung, pembangunan ruang kelas, penyediaan MCK, laboratorium, serta fasilitas penunjang lainnya.
Pada tahun 2025, sebanyak 10 sekolah di Teluk Bintuni menerima bantuan revitalisasi dengan total anggaran mencapai Rp17,5 miliar. Sekolah penerima bantuan tersebut meliputi TK Pertiwi Barma Baru, SD Negeri Bintuni Timur, SD Negeri 3 Manimeri, SD Negeri Terpadu Bintuni, SMP Negeri 2 Manimeri, SMP Satu Atap Meyerga, SMP Negeri 2 Aranday, SMP Negeri Jagiro, SMP Harmoni School Terpadu, dan SMA Negeri Babo.
Sementara itu, pada tahun 2026 jumlah sekolah penerima program revitalisasi meningkat menjadi 25 sekolah dengan total anggaran sebesar Rp20,7 miliar. Bantuan tersebut mencakup pembangunan baru dan rehabilitasi sarana prasarana pendidikan.
Adapun sekolah penerima program tahun 2026 yakni TK Herlina 2, TK Herlina 3, TK Pertiwi Taroy, TK Aisyiyah Tomu, TK Bustanul Athfal SP 2, TK YPK Tembuni, KB Pniel, SD Negeri 1 Bintuni Timur, SD YPK Sion Yakati, SD YPPK Sibena, SD Negeri Horna, SD Negeri Taroy, SD Negeri Kampung Baru, SD YPPK Tembuni, SD Negeri Merieb, SD Negeri Babo, SMP Negeri 1 Manimeri, SMP Negeri Tembuni, SMP Negeri Sibena, SMP Negeri Taroy, SMP Negeri Weriagar, SMA Negeri Aranday, SMA Negeri Saengga, SMA Negeri Tembuni, dan SMA Harmoni School.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, mengatakan pemerintah berkomitmen meningkatkan kualitas pendidikan melalui program revitalisasi sekolah, khususnya di daerah yang masih membutuhkan perhatian pembangunan.
“Mudah-mudahan dengan alokasi ini ada tambahan sehingga bisa kita alokasikan lagi di Kabupaten Teluk Bintuni untuk tahun 2026,” ujar Abdul Mu’ti saat diwawancarai wartawan Jumat, 29 Mei 2026.
Kepala SD Inpres Merieb, Melkianus Trorba, mengapresiasi dukungan pemerintah pusat maupun daerah terhadap pembangunan sekolah di wilayah 3T (terpencil, terluar, dan tertinggal). Menurutnya, program revitalisasi membawa perubahan besar bagi proses belajar mengajar di sekolahnya.
“Ada banyak perubahan dengan pembangunan revitalisasi ini, sehingga dapat membantu anak-anak di sekolah,” katanya.
Ia menjelaskan SD Inpres Merieb memperoleh bantuan rehabilitasi dua ruang kelas, pembangunan satu ruang kelas baru, serta satu unit MCK. Seluruh proses pembangunan dikelola langsung oleh pihak sekolah melalui anggaran yang dikirim ke rekening sekolah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....