Sekolah Terintegrasi Papua Jadi Prioritas Teluk Bintuni
- 29 Mei 2026 13:33 WIB
- Manokwari
RRI.CO.ID, Bintuni— Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni terus memperkuat komitmennya dalam membangun sumber daya manusia (SDM) anak asli Papua. Upaya ini dilakukan melalui pembangunan Sekolah Terintegrasi berpola asrama yang digagas bersama Yayasan Pendidikan dan Persekolahan Katolik (YPPK) Santo Fransiskus Manimeri.
Program pendidikan terpadu dipaparkan langsung kepada Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti saat melakukan kunjungan kerja ke Teluk Bintuni, Jumat (29/5/2026). Abdul Mu'ti juga menyempatkan diri berkunjung ke sekolah YPPK Santo Fransiskus Manimeri dan menandatangi prasasti gedung tersebut.
Di bawah kepemimpinan Bupati Yohanis Manibuy dan Wakil Bupati Joko Lingara, pemerintah daerah berupaya menghadirkan pendidikan yang inklusif, adil, dan merata bagi anak-anak asli Papua, terutama yang berada di wilayah terpencil dengan keterbatasan akses transportasi dan layanan pendidikan.
Kawasan pendidikan nasional yang dibangun di atas lahan seluas delapan hektare itu dirancang sebagai pusat pembelajaran terpadu yang mencakup jenjang SD, SMP, hingga SMA. Konsep sekolah berasrama dipilih untuk menjawab tantangan pemerataan pendidikan di daerah-daerah yang sulit dijangkau.
Ketua Pengurus Sekolah Wilayah (PSW) YPPK Keuskupan Manokwari Sorong Wilayah Kabupaten Teluk Bintuni, Pius Motombri, mengatakan pihaknya berharap dukungan penuh dari Presiden Prabowo Subianto dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah agar pembangunan satuan pendidikan jenjang SD dan SMP dapat segera direalisasikan.
“Untuk jenjang SMA, pembangunannya telah menjadi bagian dari rencana Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni. Kami berharap ada sinergi yang baik antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan yayasan dalam mewujudkan kawasan pendidikan terpadu ini,” kata Pius.
Ia menjelaskan, bangunan SMA yang kini telah berdiri di kawasan tersebut menjadi bukti komitmen bersama masyarakat dan yayasan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Teluk Bintuni.
Menurutnya, dengan dukungan seluruh pihak, Sekolah Nasional Terintegrasi YPPK Santo Fransiskus Manimeri diharapkan mampu menjadi pusat pendidikan unggulan yang melahirkan generasi muda Papua yang cerdas, berkarakter, serta siap membangun daerah dan bangsa.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....