Burung Pelatuk Unik Penjaga Ekosistem Hutan Alami Dunia

  • 26 Mei 2026 11:50 WIB
  •  Manokwari

RRI.CO.ID, Manokwari: Dilansir dari britannica Burung pelatuk merupakan kelompok burung dari famili Picidae yang terkenal karena kebiasaannya mematuk batang pohon dengan cepat dan berulang. Burung ini tersebar hampir di seluruh dunia, kecuali Australia dan beberapa pulau samudra tertentu. Woodpecker dalam ensiklopedia Britannica, terdapat sekitar 180 spesies burung pelatuk yang hidup di berbagai tipe hutan, mulai dari hutan tropis hingga kawasan beriklim sedang.

Burung pelatuk memiliki bentuk tubuh yang sangat khas dan dirancang khusus untuk memanjat serta mematuk pohon. Paruhnya panjang dan kuat seperti pahat, sedangkan kakinya memiliki dua jari menghadap ke depan dan dua ke belakang sehingga mampu mencengkeram batang pohon dengan baik.

Selain itu, ekor burung pelatuk cenderung kaku untuk menopang tubuh saat menempel di batang pohon. Lidahnya juga sangat panjang dan lengket sehingga efektif menangkap serangga di balik kulit kayu. Adaptasi tersebut membuat burung pelatuk menjadi pemburu serangga yang sangat efisien.

Dilansir dari National Geographic Salah satu hal paling menarik dari burung pelatuk adalah kemampuannya mematuk kayu ribuan kali tanpa mengalami kerusakan otak. Penelitian yang dijelaskan oleh majalah National Geographic menyebutkan bahwa tengkorak burung pelatuk memiliki struktur khusus yang mampu menyerap benturan, Tulang bagian luar tengkoraknya padat, sementara bagian dalamnya lebih berpori sehingga tekanan benturan dapat tersebar secara merata. Selain itu, ukuran otak burung pelatuk relatif kecil dan melekat rapat pada tengkorak sehingga tidak mudah terguncang ketika mematuk pohon.

Kebiasaan mematuk pohon bukan dilakukan tanpa tujuan. Burung pelatuk menggunakan aktivitas tersebut untuk Mencari makanan berupa larva serangga, semut, dan kumbang di dalam kayu., Membuat lubang sarang pada batang pohon. Menandai wilayah kekuasaan, Menarik pasangan saat musim kawin melalui suara “drumming” atau ketukan keras pada batang pohon.

Burung pelatuk memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem hutan. Mereka membantu mengendalikan populasi serangga perusak pohon, terutama larva kumbang dan semut kayu, Lubang sarang yang dibuat oleh burung pelatuk juga sering dimanfaatkan oleh hewan lain seperti burung kecil, tupai, kelelawar, dan beberapa jenis reptil. Karena itulah burung pelatuk sering disebut sebagai “insinyur hutan” atau forest engineers.

Penelitian mengenai fungsi ekologis burung yang diterbitkan dalam Universitas Negeri Yogyakarta menegaskan bahwa burung memiliki peranan penting dalam menjaga kestabilan lingkungan dan ekosistem. Kehadiran burung sering digunakan sebagai indikator kualitas habitat alami.

Burung pelatuk umumnya hidup di kawasan berhutan yang memiliki banyak pohon tua. Mereka lebih menyukai batang pohon yang mulai lapuk karena lebih mudah dipahat dan biasanya kaya akan serangga.

Beberapa spesies mampu beradaptasi di lingkungan perkotaan selama masih tersedia pepohonan besar. Penelitian yang dimuat oleh National Geographic menunjukkan bahwa keberadaan pohon tua di kota sangat membantu kelangsungan hidup beberapa spesies burung pelatuk.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....