Fenomena Halo Cahaya Misterius di Langit Atmosfer Bumi
- 27 Apr 2026 12:37 WIB
- Manokwari
RRI.CO.ID, Manokwari: Dilansir jurnal Journal of Quantitative Spectroscopy and Radiative Transfer Fenomena halo adalah salah satu peristiwa optik atmosfer yang terjadi secara ilmiah, halo bukan sekadar “lingkaran cahaya indah”, melainkan hasil interaksi kompleks antara cahaya dan kristal es di atmosfer bumi.
Menurut publikasi Encyclopaedia Britannica, halo merupakan fenomena optik atmosfer yang terjadi ketika cahaya Matahari atau Bulan melewati awan tipis yang mengandung kristal es. Cahaya tersebut mengalami pembiasan (refraction), pemantulan (reflection), atau kombinasi keduanya, sehingga membentuk cincin atau pola cahaya di langit.
Sementara itu, dalam penelitian ilmiah yang dipublikasikan di jurnal Journal of Quantitative Spectroscopy and Radiative Transfer, halo dijelaskan sebagai fenomena hamburan cahaya (light scattering) oleh kristal es yang melayang di atmosfer. Bentuk halo yang terlihat bergantung pada bentuk, orientasi, dan jalur cahaya yang melewati kristal tersebut.
Dilansir dari wikipedia fenomena halo terbentuk melalui mekanisme fisika atmosfer yang cukup kompleks namun dapat dijelaskan secara sistematis:
- Awan Cirrus dan Kristal Es, Halo biasanya muncul pada awan tinggi seperti cirrus atau cirrostratus di lapisan troposfer atas. Awan ini terdiri dari kristal es kecil berbentuk heksagonal.
- Kristal Es sebagai Prisma, Dalam banyak makalah ilmiah, kristal es digambarkan bertindak seperti prisma alami. Ketika cahaya masuk ke dalam kristal, arah cahaya dibelokkan sesuai hukum pembiasan.
- Pembiasan dan Dispersi Cahaya, Cahaya putih yang masuk ke kristal es akan diuraikan menjadi spektrum warna karena setiap panjang gelombang dibelokkan dengan sudut berbeda.
- Sudut Minimum 22 Derajat, Halo yang paling umum adalah halo 22°, yang terbentuk karena sudut deviasi minimum cahaya saat melewati kristal es heksagonal
Dilansir dari Science Direct Penelitian modern menunjukkan bahwa halo tidak hanya satu jenis. Studi dalam jurnal ilmiah bahkan mengidentifikasi lebih dari 100 jenis halo berbeda tergantung konfigurasi kristal es.
Selain sebagai fenomena visual, halo memiliki nilai ilmiah penting. Dalam penelitian atmosfer, keberadaan halo dapat digunakan untuk:
- Mengidentifikasi jenis dan bentuk kristal es di awan
- Memahami kondisi atmosfer atas
- Mengindikasikan perubahan cuaca
Secara tradisional, kemunculan halo sering dikaitkan dengan tanda akan turunnya hujan, karena awan cirrostratus sering mendahului sistem cuaca seperti front hangat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....