Bahaya Overuse Media Sosial di Kehidupan Sehari-hari

  • 09 Des 2025 10:13 WIB
  •  Manokwari

KBRN, Manokwari: Media sosial kini menjadi bagian utama dalam aktivitas sehari-hari. Mulai dari mencari informasi, bekerja, berkomunikasi, hingga hiburan, semuanya bisa dilakukan hanya melalui satu layar di genggaman. Namun, para ahli mengingatkan bahwa penggunaan media sosial secara berlebihan (overuse) dapat berdampak serius pada kesehatan mental, fisik, dan kualitas hubungan antarmanusia.

Kemudahan berkomunikasi lewat daring terkadang membuat interaksi tatap muka semakin jarang. Banyak orang merasa “dekat” secara online namun sesungguhnya mengalami jarak secara emosional. Fenomena ini disebut social disconnection, yaitu berkurangnya kedekatan sosial di dunia nyata akibat interaksi yang terlalu banyak terjadi di dunia digital.

Notifikasi yang muncul terus-menerus mendorong otak untuk berpindah fokus berkali-kali. Penelitian dari University of California menunjukkan bahwa gangguan kecil seperti notifikasi dapat membuat seseorang membutuhkan waktu hingga 20 menit untuk kembali fokus sepenuhnya. Akibatnya, produktivitas menurun dan pekerjaan mudah tertunda.

Media sosial sering menampilkan potret kehidupan yang tampak sempurna. Tanpa disadari, hal ini memicu perasaan tidak cukup baik, cemas, bahkan iri. Para psikolog menyebutnya sebagai efek social comparison, yaitu kecenderungan membandingkan diri dengan standar yang tidak realistis sehingga memengaruhi kesehatan mental.

Paparan cahaya biru dari layar gawai pada malam hari menghambat hormon melatonin, hormon yang membantu seseorang tidur. Kebiasaan scroll sebelum tidur membuat otak tetap aktif dan menyebabkan kualitas tidur menurun. Dalam jangka panjang, hal ini bisa memicu kelelahan kronis.

Penggunaan media sosial berlebihan berkaitan dengan meningkatnya stres, kelelahan digital (digital fatigue), dan risiko depresi. Beberapa studi bahkan menemukan korelasi antara durasi penggunaan media sosial dengan tingkat kecemasan harian seseorang.

Tips Menggunakan Media Sosial Secara Sehat

Tentukan batas waktu penggunaan per hari.

Matikan notifikasi yang tidak diperlukan.

Lakukan digital detox secara berkala, misalnya satu hari tanpa media sosial.

Fokus pada interaksi nyata dengan keluarga dan orang terdekat.

Konsumsi konten yang informatif dan membawa dampak positif.

Media sosial memberikan banyak manfaat, mulai dari mempercepat arus informasi hingga menghubungkan orang di berbagai tempat. Namun, keseimbangan tetap penting. Penggunaan yang terkontrol dapat menjaga kesehatan mental, kualitas hidup, dan hubungan sosial tetap harmonis. Bijaklah dalam menggunakan teknologi agar kita tetap menjadi pengendali, bukan dikendalikan.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....