Dampak Penggunaan AI Terhadap Menurunnya Ketersediaan Air Bersih

  • 26 Nov 2025 11:49 WIB
  •  Manokwari

KBRN, Manokwari : Perkembangan kecerdasan buatan (AI) membawa banyak manfaat bagi dunia industri, kesehatan, hingga pendidikan. Namun, di balik kemajuan tersebut, muncul kekhawatiran baru terkait besarnya konsumsi air bersih yang dibutuhkan untuk menjalankan infrastruktur AI.

Dilansir dari arxiv.org Proses pelatihan model AI skala besar memerlukan pusat data (data center) yang bekerja 24 jam, dan untuk menjaga suhu server tetap stabil, dibutuhkan sistem pendingin yang menghabiskan air dalam jumlah sangat besar.

Di banyak negara, data center menggunakan metode water-cooled cooling system, sistem pendingin berbasis air, karena lebih efisien dibanding pendingin berbasis udara. Namun, metode ini membuat konsumsi air meningkat drastis.

Beberapa studi menyebutkan bahwa pelatihan satu model AI besar dapat menggunakan ratusan juta liter air, tergantung lokasi dan teknologi pendinginnya. Jika perkembangan AI terus melaju tanpa pengaturan yang jelas, tekanan terhadap sumber daya air bersih berpotensi meningkat, terutama di daerah yang sudah mengalami kekeringan.

Fenomena ini mulai dirasakan di sejumlah wilayah yang menjadi lokasi pusat data. Ketika kebutuhan air untuk server meningkat, masyarakat sekitar dapat merasakan dampak berkurangnya pasokan air untuk kebutuhan rumah tangga maupun pertanian. Meski tidak selalu langsung dirasakan, akumulasi konsumsi air dari ribuan server dapat memberi tekanan pada sistem penyediaan air jangka panjang.

Untuk mengatasi masalah ini, berbagai perusahaan teknologi mulai meneliti solusi yang lebih ramah lingkungan. Beberapa opsi yang dikembangkan antara lain penggunaan pendingin berbasis udara dengan efisiensi tinggi, pemanfaatan air daur ulang, pembangunan data center di wilayah beriklim dingin, hingga desain model AI yang lebih hemat energi. Langkah-langkah ini menjadi penting agar perkembangan teknologi tidak mengorbankan ketersediaan air bersih yang sangat vital bagi kehidupan manusia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....