Menanamkan Nasionalisme di Era Digital Dalam Dunia Pendidikan
- 09 Sep 2025 20:21 WIB
- Manokwari
KBRN, Manokwari : Dalam derasnya arus globalisasi dan informasi digital, dunia pendidikan menghadapi tantangan besar: bagaimana menanamkan jiwa nasionalisme kepada generasi muda yang kini semakin akrab dengan budaya luar.
Dalam dialog interaktif bersama Pro1 RRI Manokwari, Ibu Delmi Adu ( Plt Kepala Sekolah SMP Barapen ) dan Bapak Jun Talisan ( Wakasek Kesiswaan Pembina OSIS SMP Barapen )mengungkapkan bahwa nasionalisme bukan hanya sekadar teori, tapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata.
Menurut Ibu Delmi, generasi muda saat ini lebih mudah terpengaruh oleh budaya luar karena akses digital yang begitu luas. "Anak-anak lebih cepat menyerap apa yang mereka lihat di internet daripada budaya sendiri. Di sinilah peran pendidik menjadi sangat penting untuk membimbing dan membingkai mereka," ujarnya.
Sementara Bapak Jun menegaskan bahwa nasionalisme harus berakar pada empat pilar kebangsaan: Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI. Ia juga menyampaikan pentingnya pendidikan karakter sejak dini, dimulai dari rumah dan diperkuat di sekolah.
Pembiasaan-pembiasaan sederhana seperti upacara bendera, menyanyikan lagu nasional, hingga pembacaan ayat rohani menjadi bentuk konkret penanaman nilai-nilai nasionalisme di SMP Barapen. Meskipun sederhana, praktik-praktik ini diyakini mampu membentuk karakter anak yang kuat dan cinta tanah air.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....