Menjaga Semangat Gotong Royong di Era Digitalisasi

  • 06 Agt 2025 18:22 WIB
  •  Manokwari

KBRN, Manokwari: Di tengah derasnya arus modernisasi dan kemajuan teknologi, nilai-nilai luhur bangsa Indonesia seperti gotong royong sering kali terlupakan. Masyarakat kini semakin individualistis, sibuk dengan gawai masing-masing, dan berinteraksi lebih banyak di dunia maya dibanding di dunia nyata. Padahal, gotong royong adalah kekuatan sosial yang telah lama menjadi perekat kehidupan bermasyarakat di negeri ini.

Gotong royong bukan sekadar kerja bakti atau membantu tetangga saat ada hajatan. Lebih dari itu, ia adalah wujud kepedulian, solidaritas, dan semangat kebersamaan yang mampu menyelesaikan persoalan-persoalan sosial. Di banyak daerah, nilai ini masih hidup—terlihat dari masyarakat yang masih saling bantu dalam membangun rumah, memperbaiki jalan kampung, hingga saling sumbang saat bencana terjadi.

Namun kini, tantangannya adalah bagaimana mempertahankan semangat gotong royong di tengah perubahan zaman. Perlu upaya dari semua pihak—pemerintah, tokoh masyarakat, tokoh agama, hingga generasi muda—untuk terus menghidupkan semangat kolektivitas ini.

Teknologi seharusnya tidak menjadi penghalang, melainkan alat untuk memperkuat gotong royong. Grup-grup WhatsApp RT, platform donasi online, hingga gerakan sosial digital adalah bentuk-bentuk baru dari gotong royong yang perlu didorong.

Mari bersama menjaga dan mewariskan semangat gotong royong ini. Sebab tanpa gotong royong, bangsa ini akan kehilangan identitasnya. Dan di tengah segala krisis yang datang silih berganti, gotong royong selalu menjadi jawaban paling kuat yang dimiliki bangsa ini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....