Pemkab Bintuni Programkan Metode Menghitung Gasing di Sekolah

  • 21 Jul 2025 10:19 WIB
  •  Manokwari

KBRN, Bintuni: Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni melaksanakan program pandai menghitung matematika dengan metode Gampang Asyik Menyenangkan (Gasing). Dilaksanakan di Gedung Women & Child Center (WCC) Senin (21/7/2025), program ini akan berlangsung selama 17 hari, bekerjasama dengan Yayasan Teknologi Indonesia Jaya Profesor Yohanis Surya.

Plt Sekda Teluk Bintuni, Frans Awak berharap metode pembelajaran ini tidak hanya meningkatkan kemampuan dan keterampilan siswa dalam berhitung tetapi juga menjadi bekal bagi anak-anak dalam menghadapi tantangan dunia masa kini, dan masa depan. Tantangan itu seperti transformasi digital, kemajuan sains dan teknologi, teknologi informasi dan komputer, statistika dan alat kecerdasan buatan serta lain sebagainya.

"Saya bangga karena menyaksikan anak-anak 7 suku, ini adalah bukti kita bersungguh-sungguh dalam membangun pendidikan yang inklusif dan berpihak pada anak-anak daerah," Ujar Sekda.

Siswa dan Guru SD yang Mengikuti Program Metode Menghitung Gasing di Komplek Sekolah SMP N Terpadu Teluk Bintuni (Foto: RRI/Dina)

Kepala Dinas Pendidikan Teluk Bintuni Hendry Kapuangan mengatakan, program Gasing adalah trobosan yang sangat bagus untuk meningkatkan literasi Numerasi untuk anak Teluk Bintuni, karena selama ini Matematika adalah pelajaran yang sangat dihindari siswa.

"Harapnya dengan program ini kedepan pelajaran MIPA untuk anak-anak di Teluk Bintuni bisa lebih maju," Katanya.

Sekertaris Panitia kegiatan Pastor Yohanes Belobeli menjelaskan, kegiatan ini merupakan kompetensi numerasi guru dan siswa khususnya pada jenjang pendidikan SD dan SMP. Dijelaskan ada sebanyak 48 sekolah berpartisipasi aktif dengan jumlah peserta 49 guru dan 97 siswa.

Pembukaan Program Menghitung dengan Metode Gasing Bersama Yayasan Indonesia Jaya Profesor Yohanes Surya di Gedung WCC Teluk Bintuni (Foto: RRI/Dina)

Seluruh peserta yang mengikuti kegiatan ini berasal dari 7 suku asli Teluk Bintuni yang tersebar di 17 distrik yakni, Distrik Moskona Timur, Tembuni, Aroba, Moskona Barat, Wamesa, Kuri, Tuhiba, Bintuni, Kamundan, Weriagar, Arandai, Tomu, Babo, Dataran Beimes, Meyado, Manimeri dan Distrik Kaitaro.

"Kami berharap kegiatan ini menjadi tonggak penting bagi pendidikan dan memberi semangat kepada guru dan peserta didik khususnya dalam program numerasi," Kata Yohanes.

Sementara itu, perwakilan guru dari SD YPK Santo Yohanes Fisensia Siante menyambut baik kegiatan ini. Pasalnya kegiatan ini sangat membantu untuk guru dan siswa dalam mempelajari ilmu matematika terutama bagi anak-anak yang masih kesulitan menambah dan mengurangi.

"Kami berharap penuh semoga kegiatan ini bisa menghasilkan Bibit generasi Bintuni yang tadinya susah dalam pelajaran matematika mereka bisa mengaplikasikan dengan baik, dan pelajaran matematika bagi mereka gampang," Ujar Fisensia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....