NASA Baru Saja Menemukan Salah Satu Planet Terdingin

  • 17 Jun 2025 06:34 WIB
  •  Manokwari

KBRN, Manokwari : Teleskop Luar Angkasa James Webb milik NASA tidak hanya mengubah cara kita memahami alam semesta, tetapi juga memukau dunia dengan gambar-gambar luar angkasa yang menakjubkan, dari pembibitan bintang yang bersinar hingga planet-planet di tata surya kita. Namun, saat Webb mengalihkan pandangannya ke eksoplanet yang jauh, gambar yang dihasilkan tampak sangat berbeda.

Dunia-dunia ini mengorbit bintang-bintang yang jauh melampaui Matahari kita, sehingga sangat sulit untuk ditangkap. Bintang-bintang di sana bersinar ribuan kali lebih terang, dan planet-planet itu sendiri sering kali hilang dalam silau, tampak sebagai titik-titik cahaya redup.Namun, titik-titik kecil itu pun dapat memberi tahu banyak hal kepada ilmuwan.

Dikutip dari NASA, dalam pengamatan terakhirnya, Webb menangkap gambar 14 Herculis c, sebuah planet raksasa dingin yang mengorbit sebuah bintang yang berjarak 60 tahun cahaya dari Bumi. Dari titik dingin tunggal di angkasa ini, para peneliti mengungkap detail baru tentang suhu planet, orbit yang tidak biasa, dan bahkan bagaimana atmosfernya berperilaku, yang menawarkan pandangan langka tentang dinamika aneh dunia asing.

Sistem bintang jauh yang oleh para ilmuwan digambarkan sebagai abnormal, kacau, dan aneh akhirnya menjadi fokus, berkat Teleskop Luar Angkasa James Webb milik NASA. Dengan menggunakan Kamera Inframerah Dekat ( NIRCam ) yang canggih, Webb telah menangkap gambar langka dari salah satu dari dua planet yang diketahui mengorbit bintang 14 Herculis, yang terletak sekitar 60 tahun cahaya dari Bumi di Bima Sakti.

Planet yang dikenal sebagai 14 Herculis c ini menonjol karena suhunya yang sangat dingin. Meskipun para astronom telah menemukan hampir 6.000 eksoplanet, hanya segelintir kecil yang telah difoto secara langsung, dan sebagian besarnya sangat panas, dengan suhu yang melonjak hingga ratusan atau ribuan derajat. Namun, data Webb menunjukkan bahwa 14 Herculis c, sebuah planet besar yang berukuran sekitar tujuh kali ukuran Jupiter, dinginnya hanya 26 derajat Fahrenheit, atau minus 3 derajat Celsius.

Citra 14 Herculis c yang diambil Webb juga memberikan wawasan tentang sistem planet yang tidak seperti kebanyakan sistem planet lain yang dipelajari secara rinci oleh Webb dan observatorium berbasis darat dan angkasa lainnya. Bintang pusatnya, 14 Herculis, hampir mirip Matahari yang usia dan suhunya mirip dengan Matahari kita, tetapi massanya sedikit lebih kecil dan lebih dingin.

Ada dua planet dalam sistem ini 14 Herculis b lebih dekat ke bintang, dan ditutupi oleh topeng koronagrafik dalam gambar Webb. Planet-planet ini tidak mengorbit bintang induk pada bidang yang sama seperti tata surya kita. Sebaliknya, mereka saling bersilangan seperti 'X', dengan bintang berada di pusatnya.

Artinya, bidang orbit kedua planet tersebut miring relatif satu sama lain pada sudut sekitar 40 derajat. Planet-planet tersebut saling tarik menarik saat mengorbit bintang. Ini adalah pertama kalinya sebuah gambar diambil dari sebuah exoplanet dalam sistem yang tidak selaras seperti itu.

Para ilmuwan tengah meneliti sejumlah teori tentang bagaimana planet-planet dalam sistem ini bisa begitu keluar jalur. Salah satu konsep utama adalah bahwa planet-planet tersebut tersebar setelah planet ketiga terlempar keluar dari sistem pada awal pembentukannya. Data baru Webb memberi peneliti wawasan lebih jauh tidak hanya mengenai suhu 14 Herculis c, tetapi juga detail lain tentang orbit dan atmosfer planet tersebut.

Temuan menunjukkan planet tersebut mengorbit sekitar 1,4 miliar mil dari bintang induknya dalam orbit yang sangat elips, atau berbentuk bola, lebih dekat dari perkiraan sebelumnya. Ini sekitar 15 kali lebih jauh dari Matahari daripada Bumi. Rata-rata, ini akan menempatkan 14 Herculis c antara Saturnus dan Uranus dalam tata surya kita.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....