AI Mengungkapkan Naskah Laut Mati Jauh Lebih Tua

  • 16 Jun 2025 14:27 WIB
  •  Manokwari

KBRN, Manokwari : Menggunakan kecerdasan buatan dan penanggalan radiokarbon untuk menentukan usia manuskrip kuno. Sejak ditemukan, Naskah Laut Mati telah memperdalam pemahaman kita tentang asal usul Yahudi dan Kristen. Meskipun para sarjana pada umumnya sepakat bahwa naskah-naskah tersebut berasal dari abad ketiga SM hingga abad kedua Masehi.

Penentuan usia naskah-naskah secara pasti masih belum pasti, namun kini, tim peneliti internasional yang dipimpin oleh Universitas Groningen telah memperkenalkan model baru yang disebut Enoch, yang menggunakan penanggalan radiokarbon, paleografi, dan kecerdasan buatan untuk menghasilkan estimasi tanggal yang lebih akurat dan berdasarkan pengalaman untuk setiap naskah.

Temuan mereka menunjukkan bahwa banyak gulungan lebih tua dari yang diperkirakan sebelumnya, dan untuk pertama kalinya, mereka telah mengonfirmasi bahwa dua fragmen gulungan Alkitab berasal dari era penulis yang secara tradisional dikaitkan.

Hingga saat ini, sebagian besar gulungan naskah diberi tanggal terutama melalui paleografi studi tentang tulisan tangan kuno. Akan tetapi, metode ini tidak memiliki dasar empiris yang kuat. Dalam sebagian besar kasus, tanggal kalender tidak tersedia, dan tidak ada naskah yang dapat dibandingkan secara langsung dari periode waktu yang relevan.

Terdapat kesenjangan kronologis yang signifikan antara beberapa naskah Aram dan Ibrani dengan tanggal yang diketahui dari abad kelima hingga keempat SM dan naskah dari akhir abad pertama hingga awal abad kedua Masehi, sehingga sulit untuk menentukan tanggal secara tepat lebih dari seribu Gulungan Naskah Laut Mati dan fragmennya.

Para peneliti dari proyek ERC The Hands That Wrote the Bible kini telah mengisi kesenjangan kronologis ini dengan menggabungkan penanggalan radiokarbon dari 24 sampel gulungan dengan analisis paleografi menggunakan model pembelajaran mesin berdasarkan regresi Bayesian ridge.

Penanggalan radiokarbon baru berfungsi sebagai penanda waktu empiris yang andal yang menghubungkan gaya penulisan antara abad keempat SM dan abad kedua Masehi. Penanda ini memberikan penanggalan objektif untuk naskah yang ditemukan dalam manuskrip yang dianalisis.

Dengan menggunakan data ini, para peneliti melatih model prediksi tanggal bernama Enoch. Mereka menggunakan BiNet, jaringan saraf dalam yang sebelumnya dikembangkan secara internal, untuk mendeteksi pola jejak tinta dalam manuskrip digital.

BiNet melakukan analisis bentuk geometris tulisan tangan secara terperinci, memeriksa kelengkungan jejak tinta tingkat mikro (fitur tekstur) dan bentuk karakter (fitur alografis). Pendekatan ini menawarkan landasan kuantitatif dan empiris untuk menganalisis gaya penulisan, sesuatu yang tidak dapat dicapai oleh paleografi tradisional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....