Ilmuwan Temukan Peralatan Tulang Paus Tertua

  • 13 Jun 2025 07:39 WIB
  •  Manokwari

KBRN, Manokwari : Peralatan kuno yang terbuat dari tulang paus yang berasal dari 20.000 tahun lalu ditemukan di Spanyol. Penelitian ini mengungkap penggunaan sumber daya laut oleh manusia di masa lampau dan perubahan perilaku makan paus.

Manusia sudah membuat alat dari tulang paus sejak 20.000 tahun lalu, menurut sebuah penelitian oleh para peneliti dari Institut Sains dan Teknologi Lingkungan di Universitat Autònoma de Barcelona (ICTA-UAB), Pusat Penelitian Ilmiah Nasional Prancis (CNRS), dan Universitas British Columbia.

Dikutip dari scitechdaily, penemuan ini memperluas pemahaman kita tentang bagaimana manusia purba memanfaatkan sisa-sisa paus dan memberikan wawasan penting tentang ekosistem laut pada periode itu. Paus, hewan terbesar di Bumi, menyediakan sumber daya penting bagi masyarakat pesisir awal seperti makanan, minyak, dan tulang.

Karena itu, mereka dianggap penting bagi kelangsungan hidup banyak kelompok manusia yang tinggal di dekat laut. Namun, mengungkap sejarah interaksi manusia-paus sulit dilakukan, karena situs arkeologi pesisir rapuh dan sering hilang akibat naiknya permukaan air laut, yang membuat pelestarian bukti awal menjadi sangat menantang.

Penelitian yang dipimpin oleh Jean-Marc Pétillon dari CNRS dan Krista McGrath dari ICTA-UAB, meneliti 83 peralatan tulang yang ditemukan di situs arkeologi di sekitar Teluk Biscay di Spanyol, bersama dengan 90 fragmen tulang tambahan dari Gua Santa Catalina di wilayah yang sama. Para peneliti menggunakan spektrometri massa dan penanggalan radiokarbon untuk menentukan spesies dan usia tulang.

"Studi kami mengungkap bahwa tulang-tulang itu berasal dari sedikitnya lima spesies paus besar, yang tertua di antaranya berasal dari sekitar 19.000–20.000 tahun yang lalu. Ini merupakan beberapa bukti paling awal yang diketahui tentang manusia yang menggunakan sisa-sisa paus sebagai alat," kata Jean-Marc Pétillon.

Selain itu, data kimia yang diekstrak dari tulang-tulang tersebut menunjukkan bahwa kebiasaan makan paus purba ini sedikit berbeda dari paus modern, yang menunjukkan adanya kemungkinan perubahan perilaku atau lingkungan laut. Secara keseluruhan, penemuan ini tidak hanya meningkatkan pemahaman kita tentang penggunaan sisa-sisa paus oleh manusia di masa lalu, tetapi juga menjelaskan peran paus dalam ekosistem masa lalu.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....