Metode Inilah Yang Digunakan Ilmuwan Mengukur Jarak Di Luar Angkasa
- 13 Nov 2024 13:17 WIB
- Manokwari
KBRN, Manokwari : Alam semesta yang sangat luas ini ternyata menyimpan berbagai rahasia tentang ukuran dan jarak antara objek-objek di dalamnya.
Walaupun tampak penuh jika diamati dari Bumi, kenyataannya, bintang-bintang, galaksi, planet, dan satelit alami dipisahkan oleh jarak yang sangat jauh bahkan hingga triliunan kilometer!.
Lalu bagaimana cara ilmuwan bisa mengukur jarak dan luas alam semesta yang luas ini? Dikutip dari Space NASA, berikut adalah beberapa metode canggih yang digunakan para ilmuwan untuk mengukur jarak jauh dari obyek di luar angkasa.
1. Astronomical Unit (AU)
Satuan ini mewakili jarak antara Bumi dan Matahari, yaitu sekitar 150 juta kilometer. AU biasanya digunakan untuk mengukur jarak objek-objek dalam Tata Surya kita, seperti Pluto yang berjarak 39 AU dari Matahari.
2. Tahun Cahaya
Satuan ini adalah jarak yang ditempuh cahaya dalam satu tahun, sekitar 9,4 triliun kilometer. Digunakan untuk mengukur objek di luar Tata Surya karena cahaya bergerak sangat cepat, metode ini memudahkan perhitungan jarak yang sangat jauh.
3. Teleskop Radio
Menggunakan gelombang radio yang dipantulkan dari Bumi, para ilmuwan dapat menghitung jarak benda langit berdasarkan waktu yang dibutuhkan gelombang radio untuk kembali. Teleskop seperti FAST di China telah membantu mengukur jarak benda-benda dalam Tata Surya.
4. Paralaks Bintang
Karena Bumi mengorbit Matahari, posisi bintang-bintang yang dekat tampak bergeser terhadap latar belakang bintang yang lebih jauh. Dengan mengukur sudut pergeseran, para ilmuwan dapat menentukan jarak bintang.
5. Efek Redshift
Cahaya dari objek yang sangat jauh tampak semakin merah saat objek tersebut menjauh. Menggunakan inframerah, para ilmuwan mengukur pergeseran warna ini untuk memperkirakan jarak dan kecepatan objek di luar angkasa, yang diterapkan pada teleskop Hubble dan James Webb.
6. Lensa Gravitasi
Menurut teori Einstein, benda masif melengkungkan ruang di sekitarnya. Cahaya yang melewati galaksi besar, misalnya, bisa terpelintir dan diperbesar, menciptakan efek "lensa gravitasi." Efek ini membantu mengukur jarak objek yang sangat jauh.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....