Ratusan Peserta Akan Meriahkan Pawai Budaya di Manokwari
- 06 Okt 2026 09:22 WIB
- Manokwari
RRI. CO. ID, Manokwari – Pawai Budaya dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun Provinsi Papua Barat akan melibatkan lebih dari 100 peserta. Untuk memastikan pelaksanaan berjalan tertib dan lancar, panitia bersama sejumlah instansi dan perwakilan suku menggelar rapat persiapan teknis di Manokwari. Selasa, 6 Oktober 2026.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Papua Barat, Jafar Werfete, mengatakan pawai budaya yang dijadwalkan berlangsung 8 Oktober 2026 ini membutuhkan koordinasi seluruh pihak, mengingat jumlah peserta yang cukup besar.

Ia menjelaskan, pawai akan mengambil titik awal di depan RSAL dan berakhir di kawasan Pertokoan Depo Teguh, Jalan Merdeka, Manokwari. Dengan jumlah peserta yang mencapai lebih dari 100 kelompok, pengaturan rombongan dan arus lalu lintas menjadi perhatian utama.
“Pawai ini akan diikuti lebih dari 100 peserta. Karena itu, kita harus sama-sama mengatur dengan baik, terutama panitia dan masing-masing kepala suku yang datang bersama peserta,” ujar Jafar Werfete.
Menurutnya, kepolisian dan instansi terkait juga akan berperan dalam melakukan rekayasa lalu lintas, mengingat jalur yang dilalui peserta berpotensi mengalami kepadatan selama pawai berlangsung.
Jafar mengatakan, pawai budaya tidak hanya menjadi bagian dari perayaan HUT Provinsi Papua Barat, tetapi juga menjadi ruang untuk memperlihatkan keberagaman masyarakat yang hidup berdampingan di Manokwari.
Karena itu, setiap kelompok masyarakat diharapkan menampilkan budaya masing-masing. Suku Arfak dapat menampilkan budaya Arfak, masyarakat Jawa dengan budaya Jawa, begitu pula Serui dan berbagai kelompok masyarakat lainnya yang tinggal di Manokwari dan sekitarnya.
“Yang ingin kita tunjukkan adalah representasi dari kebudayaan kita masing-masing. Kita datang di rumah kita bersama, menunjukkan kebersamaan, kekompakan, toleransi, tetapi juga kebinekaan,” katanya.
Jafar menambahkan, keberagaman budaya tersebut diharapkan dapat menjadi gambaran bahwa masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia dapat hidup bersama secara damai di Manokwari.
Selain kelompok masyarakat dan suku, pawai juga akan melibatkan unsur pimpinan daerah serta organisasi perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua Barat.
Mengingat waktu persiapan yang tersisa hanya dua hari, Jafar meminta seluruh peserta segera mempersiapkan materi budaya yang akan ditampilkan. Koordinasi antara panitia dan peserta juga akan dilakukan melalui grup WhatsApp untuk memudahkan penyampaian informasi teknis.
Ia berharap Pawai Budaya tahun ini dapat berlangsung lebih meriah, tertib dan menjadi pengalaman bagi panitia untuk penyelenggaraan pawai budaya pada masa mendatang.
“Harapan kami, pawai budaya ini benar-benar menunjukkan keragaman kebudayaan yang ada di Kota Manokwari, masyarakat yang berasal dari Sabang sampai Merauke,” ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....