Pembangunan Jalan Anggori-Petrus Kafiar Jadi Akses Baru Warga Manokwari

  • 22 Agt 2026 11:19 WIB
  •  Manokwari

RRI. CO. ID, Manokwari - Pembangunan Jalan Anggori–Petrus Kafiar resmi dimulai sebagai langkah Pemerintah Kabupaten Manokwari membuka akses baru menuju kawasan pesisir Amban. Ruas jalan sepanjang 1,68 kilometer itu diproyeksikan menjadi penghubung utama yang mempercepat mobilitas warga, distribusi hasil pertanian dan perikanan, sekaligus mendorong lahirnya pusat-pusat pertumbuhan baru.

Bupati Manokwari Hermus Indou mengatakan pembangunan infrastruktur harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan tidak berhenti pada sebatas janji politik. Menurutnya, kepercayaan masyarakat hanya dapat dipertahankan melalui hasil pembangunan yang benar-benar dirasakan.

“Masyarakat tidak makan kata-kata. Masyarakat hidup dengan bukti yang kita berikan. Bukti itulah yang akan terus menjaga kepercayaan rakyat kepada kita,” ujar Hermus saat peluncuran pembangunan jalan,

Ia menjelaskan, pembangunan Jalan Anggori–Petrus Kafiar memiliki arti strategis karena tidak hanya membuka akses transportasi, tetapi juga meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat perekonomian, dan mendukung pengembangan kawasan pariwisata pesisir.

Hermus menyebut kawasan Kuawi, Pasir Putih, Lari hingga Petrus Kafiar telah masuk dalam master plan pengembangan pariwisata Kabupaten Manokwari. Dengan tersedianya akses jalan, potensi wisata di kawasan tersebut diharapkan dapat berkembang dan memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat setempat.

Menurutnya, jalan merupakan infrastruktur dasar yang memiliki efek berantai terhadap berbagai sektor pembangunan.

“Kalau jalan tersedia, kita akan lebih mudah menghadirkan pelayanan pendidikan, kesehatan, ekonomi hingga investasi di wilayah itu,” katanya, Jumat, 21 Agustus 2026.

Pembangunan ruas jalan dilakukan secara bertahap. Pada tahap pertama, pemerintah akan membuka badan jalan, melakukan penghamparan material, serta pemadatan sebelum dilanjutkan dengan pengaspalan pada tahun berikutnya.

Hermus meminta masyarakat bersabar karena proses pemadatan alami diperlukan agar konstruksi jalan lebih kuat dan tahan lama.

Sementara itu, Wakil Bupati Manokwari H. Mugiyono menegaskan kualitas pekerjaan harus menjadi prioritas utama. Ia meminta pengawas dan kontraktor tidak hanya mengejar target waktu, tetapi memastikan mutu pekerjaan, keselamatan kerja, serta komunikasi yang baik dengan masyarakat selama proyek berlangsung.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Manokwari Albertus menjelaskan jalan baru tersebut akan memangkas jarak tempuh warga Petrus Kafiar menuju pusat kota. Jika sebelumnya masyarakat harus memutar melalui Wadema atau Aipiri sejauh enam hingga 10 kilometer, kini akses langsung hanya sekitar 1,68 kilometer.

Pemerintah menargetkan pekerjaan tahap awal selesai dalam waktu sekitar tiga bulan sehingga ruas jalan sudah dapat difungsikan masyarakat, sebelum dilanjutkan dengan pengaspalan sesuai kemampuan anggaran daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....