Sidang Isbat, Penetapan 1 Syawal 1447 Hijriah

  • 20 Mar 2026 08:40 WIB
  •  Manokwari

RRI.CO.ID, Manokwari - Pemerintah Indonesia menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026 melalui sidang isbat yang digelar di Jakarta. Sidang tersebut dipimpin oleh Menteri Agama, Nasaruddin Umar, di Kantor Kementerian Agama pada Kamis, 19 Maret 2026.

Keputusan ini diambil berdasarkan hasil hisab dan rukyat yang dilakukan oleh pemerintah. Melalui konferensi pers, Menag menyampaikan bahwa tidak ada laporan hilal yang terlihat di seluruh wilayah Indonesia.

Pemerintah menggunakan kriteria visibilitas hilal yang disepakati oleh MABIMS sebagai acuan. Kriteria tersebut menetapkan tinggi hilal minimal 3 derajat dan sudut elongasi minimal 6,4 derajat.

Berdasarkan data Tim Hisab Rukyat Kemenag, posisi hilal pada 29 Ramadan belum memenuhi syarat tersebut. Ketinggian hilal dan sudut elongasi di seluruh Indonesia masih berada di bawah ketentuan yang ditetapkan.

Selain itu, pemantauan hilal dilakukan di 117 titik pengamatan yang tersebar di berbagai daerah. Namun, hasil pengamatan menunjukkan bahwa hilal tidak terlihat di satu titik pun.

Tidak terpenuhinya kriteria hisab dan rukyat, Ramadan digenapkan menjadi 30 hari. Oleh karena itu, Idulfitri ditetapkan jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.

⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠Menutup pernyataannya, Menteri Agama mengajak umat Islam untuk menjadikan Idulfitri sebagai momentum mempererat ukhuwah. Ia juga menyampaikan ucapan selamat Lebaran serta mengimbau masyarakat menjaga ketertiban dan keamanan selama perayaan. (Sumber:Humas Kemensetneg RI).

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....