Hasil Rekonstruksi, Polisi Meyakini Iptu Tomi Hanyut
- 01 Mei 2025 12:33 WIB
- Manokwari
KBRN, Bintuni: Hasil Pencarian Kasatreskrim Polres Teluk Bintuni, Iptu Tomi Samuel Marbun menyatakan Iptu Tomi hanyut ketika berenang menyebrangi Sungai Rawara di Distrik Moskona Barat. Polisi meyakini hal ini setelah dilaksanakan Rekonstruksi dan Olah TKP di tempat kejadian (Sungai Rawara) yang dipimpin langsung oleh Kapolda Papua Barat Irjen Pol Johny E Isir Selaku Koordinator Operasi Di Zona merah.
Menurut Keterangan Johny dalam Jumpa Pers dengan Wartawan Kamis (1/5/2025), Iptu Tomi diyakini tenggelam terbawa derasnya arus sungai Rawara ketika kejadian pada 18 Desember 2024 lalu. Tomi tenggelam saat menyebrang bersama 8 orang anggota lainnya tanpa menggunakan tali.
Adapun 8 orang dalam kelompok penyebrangan bersama Iptu Tomi yakni 2 orang Personil Polres Teluk Bintuni, 2 orang personil Brimob Kompi 3 bintuni, 3 personil Batalion Infantri 763 di Bintuni, ditambah 1 masyarakat sipil dan Iptu Tomi. Dari semua orang ini yang tidak berhasil berenang ke sebrang sungai adalah Iptu Tomi.
Dijelaskan Kapolda 9 orang anggota yang menyebrang bersama Iptu Tomi tidak membawa rompi anti peluru dan senjata. Saat itu, mereka menyebrang dengan cara mencari tandusan 1 dan 2, namun ternyata dari 9 orang ini yang berhasil ke seberang sungai hanya 8 orang, Sementara Iptu Tomi hanyut.
"Rekonstruksi adegan ini sudah kita lakukan dan ini betul dilaksanakan di TKPnya, ini untuk menjawab pertanyaan kenapa barang-barangnya Iptu Tomi dikembalikan, sebelum menyebrang barang-barang rompi, baju dan senjata di titipkan di Bivak," Kata Kapolda.

Pihak Keluarga Iptu Tomi Turut Serta dalam Jumpa Pers Hasil Pencarian di Gedung Adriano Ananta Polres Teluk Bintuni (Foto: RRI/Dina)
Kapolda juga menepis adanya informasi bahwa Iptu Tomi tergelincir dari Longboat, karena dipastikan ketika kejadian tidak menggunakan Longboat.
"Penyebrangan ke sebelah tidak pernah pakai Longboat, tidak ada yang namanya tergelincir dari Longboat, karena peralatan komunikasi terbatas dari lapangan sehingga informasi memerlukan proses validasi dan verifikasi kepastiannya," Ujar Johny lagi.
Kapolda menuturkan, dari hasil rekonstruksi dan Olah TKP disimpulkan yang sebenarnya terjadi seluruh anggota berenang. Namun derasnya arus sungai dengan kekuatan fisik yang sudah terkuras membuat Iptu Tomi diyakini hanyut.
derasnya arus sungai kata Kapolda telah di uji coba, bahkan Kapolda sendiri mencoba untuk turun ke sungai dengan menyebrang menggunakan tali. Saat menyebrang didapati arus sungai semakin deras.
"Saya mem push diri saya dan asesmen berdasarkan situasi yang ada, kami bergeser ke titik penyebrangan lainnya kami coba melakukan penyebrangan dengan tali melawan arus, kencang pak.. arusnya. Setelah sampai sana lebih kencang yang di sana lagi," Ujar Johny.
Kapolda mengatakan, bisa memahami bagaimana kondisi fisik personil, topografi alam yang ada saat kejadian, namun ia juga menyayangkan kenapa saat menyebrang 9 orang ini tidak menggunakan tali, padahal arus begitu deras. Jika mengikuti pedoman teknis penyebrangan di arus deras maka seyogyanya menggunakan tali.
"yang tidak bisa saya pahami adalah pengambilan keputusan berenang tanpa tali itu yang tidak bisa saya pahami," Kata Johny lagi.
Sebagai pimpinan Operasi Kapolda bersama tim meminta maaf kepada keluarga karena ikhtiar yang dilakukan pencarian tahap ke-3 tidak menemukan Iptu Tomi.
"Saya minta maaf sebagai pribadi dan pimpinan Polda Papua Barat, bahwa dalam pencarian tahap ke-1, ke-2 $#! Ke-3 ini kami belum berhasil memenuhi hal itu, semoga tuhan yang maha kuasa senantiasa memberkati kita semua," Kata Johny mengakhiri
Usai dari hasil pencarian tahap ke-3 ini Kapolda mengatakan, pihaknya siap mempertanggungjawabkan dalam Rapat Dengar Pendapat di hadapan komisi 3 DPR RI. Tentunya semuanya akan disampaikan sesuai dengan fakta-fakta di lapangan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....