Jaksa Edukasi Masyarakat Mengenai Bahaya Korupsi

  • 06 Jul 2025 12:38 WIB
  •  Manokwari

KBRN, Manokwari: Korupsi menjadi salah satu ancaman serius yang merusak berbagai sendi kehidupan masyarakat. Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), korupsi diartikan sebagai penyelewengan atau penyalahgunaan uang maupun kekayaan negara, perusahaan, organisasi, atau yayasan demi keuntungan pribadi atau orang lain, bukan untuk tujuan yang seharusnya. Tindakan ini juga meliputi penyalahgunaan wewenang serta perbuatan yang tidak jujur dan tidak bermoral.

Definisi tersebut juga sejalan dengan Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 jo. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2021 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Menanggapi hal tersebut, Kejaksaan Negeri Manokwari kembali mengingatkan masyarakat akan bahaya korupsi melalui dialog interaktif Jaksa Menyapa yang disiarkan di Programa 1 RRI Manokwari beberapa waktu lalu. Dalam dialog itu, Jaksa Hasrul, S.H., M.H. dari Kejari Manokwari menjadi narasumber.

Hasrul menyampaikan bahwa korupsi memiliki dampak yang sangat luas, seperti memperburuk kemiskinan, menghambat pendidikan dan pelayanan publik, menurunkan kepercayaan terhadap pemerintah, menghambat masuknya investasi asing, serta merusak moral generasi muda.

“Korupsi bukan sekadar merugikan keuangan negara, tapi juga menghambat pembangunan dan merusak masa depan bangsa. Maka penting untuk menanamkan nilai integritas dan anti korupsi sejak dini, mulai dari diri sendiri, lingkungan keluarga, hingga masyarakat luas,” ujar Hasrul.

Ia juga mengajak masyarakat untuk menjadi agen perubahan, berani menolak dan melaporkan tindakan korupsi, serta mendukung penegakan hukum yang adil dan transparan.

Dalam dialog itu, Hasrul menjelaskan peran strategis jaksa dalam pemberantasan korupsi, mulai dari bertindak sebagai penyidik dan penuntut perkara tindak pidana korupsi (Tipikor), mendorong reformasi birokrasi dan transparansi, hingga menggelar penyuluhan hukum secara berkelanjutan di masyarakat.

“Penyuluhan hukum kami lakukan secara berjenjang, mulai dari skala kecil di lingkungan masyarakat, hingga ke lingkungan pendidikan. Tentunya, kami juga bersinergi dengan berbagai instansi pengawasan lain,” jelas Hasrul.

Ia berharap masyarakat semakin sadar akan bahaya korupsi dan bersama-sama mendorong budaya bersih dan berintegritas di Manokwari.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....