Tips Aman Joging di Jalan Raya
- 08 Sep 2026 13:04 WIB
- Manokwari
RRI.CO.ID, Manokwari – Joging menjadi salah satu olahraga yang banyak dipilih masyarakat karena mudah dilakukan dan tidak memerlukan peralatan khusus. Namun, keselamatan saat berolahraga di jalan raya sering kali luput dari perhatian. Padahal, posisi berlari yang salah dapat meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas.
Peristiwa tragis yang diberitakan Ecuavisa baru-baru ini menjadi pengingat penting. Tiga pelari yang sedang joging di Samborondón, Ekuador, ditabrak kendaraan dari belakang saat berlari di jalan raya tanpa trotoar pada 4 September 2026. Dalam insiden tersebut, seorang pelari bernama Mónica Martinich (38) meninggal dunia di lokasi kejadian.
Kasus serupa juga pernah terjadi di Indonesia. Seorang warga Desa Bantar, Kecamatan Wanareja, Kabupaten Cilacap, dilaporkan meninggal dunia setelah terserempet kendaraan saat sedang berolahraga di jalan raya yang tidak memiliki trotoar.
| Baca juga: Rahasia Memilih Mobil Bekas Tanpa Rugi |
Peristiwa-peristiwa tersebut menunjukkan bahwa keselamatan pelari tidak hanya bergantung pada kondisi fisik, tetapi juga pada pemahaman mengenai cara menggunakan ruang jalan dengan benar.
Salah satu aturan penting yang sering disampaikan oleh instansi perhubungan adalah berjalan atau berlari melawan arah kendaraan apabila tidak tersedia trotoar. Dengan posisi menghadap kendaraan yang datang, pelari memiliki kesempatan lebih besar untuk melihat potensi bahaya dan menghindar jika diperlukan.
Di Indonesia yang menerapkan lalu lintas di sisi kiri jalan, posisi yang dianjurkan bagi pejalan kaki maupun pelari adalah berada di sisi kanan jalan saat tidak tersedia trotoar. Sebaliknya, berlari searah kendaraan membuat seseorang sulit mengetahui kondisi lalu lintas di belakangnya.
Insiden di Ekuador menjadi contoh nyata. Para pelari diketahui berlari searah kendaraan sehingga tidak menyadari adanya mobil yang masuk ke jalur mereka dari belakang. Akibatnya, waktu untuk bereaksi dan menghindar menjadi sangat terbatas.
Selain memperhatikan arah berlari, penggunaan pakaian berwarna terang juga sangat dianjurkan, terutama saat berolahraga pada waktu subuh, sore, atau malam hari. Warna terang dan perlengkapan reflektif dapat membantu pengemudi melihat keberadaan pelari dari jarak yang lebih jauh.
Penggunaan headset juga perlu diperhatikan. Mendengarkan musik saat berolahraga memang dapat menambah semangat, tetapi volume yang terlalu keras berpotensi menghilangkan kesadaran terhadap suara klakson, mesin kendaraan, atau peringatan dari pengguna jalan lainnya.
Pelari juga disarankan tetap berada di bahu jalan dan tidak menggunakan bagian tengah jalan. Untuk aktivitas joging secara berkelompok, formasi yang terlalu melebar sebaiknya dihindari agar tidak mengganggu arus lalu lintas.
Joging merupakan aktivitas yang menyehatkan tubuh, tetapi keselamatan harus tetap menjadi prioritas utama. Memahami posisi yang benar saat berlari di jalan raya dapat menjadi langkah sederhana yang berpotensi menyelamatkan nyawa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....