Ghost in the Cell Horor Joko Anwar Bongkar Misteri Penjara

  • 30 Sep 2026 17:42 WIB
  •  Manokwari

RRI.CO.ID,Manokwari: Perfilman horor Indonesia kembali menghadirkan karya yang tidak hanya mengandalkan ketegangan dan misteri. Ghost in the Cell, film terbaru karya sutradara sekaligus penulis skenario Joko Anwar, memadukan horor, komedi, thriller, serta kritik sosial dalam sebuah cerita yang berlatar kehidupan para narapidana di sebuah lembaga pemasyarakatan.

Film yang diproduksi oleh Come abuand See Pictures ini mulai tayang di bioskop Indonesia pada 16 April 2026. Sebelumnya, Ghost in the Cell telah diputar dalam Berlinale ke-76 di Jerman pada Februari 2026 melalui program Forum.

Kisah Misterius di Balik Jeruji Penjara

Cerita berpusat pada sebuah penjara fiktif bernama Labuhan Angsana. Di tempat tersebut, para narapidana dengan latar belakang berbeda harus menghadapi sistem yang penuh ketidakadilan dan konflik antarkelompok.

Ketegangan semakin meningkat ketika seorang narapidana baru bernama Dimas, yang diperankan Endy Arfian, masuk ke dalam sel. Kehadirannya membawa misteri baru setelah serangkaian kejadian kematian misterius mulai terjadi di dalam penjara.

Salah satu karakter penting lainnya adalah Anggoro, yang diperankan Abimana Aryasatya, serta Jefry yang diperankan Bront Palarae. Ada pula karakter Six, diperankan Yoga Pratama, yang memiliki kemampuan melihat aura kematian seseorang.

Horor yang Dibungkus Komedi

Salah satu ciri yang membedakan Ghost in the Cell adalah perpaduan antara suasana horor dengan komedi. Joko Anwar tidak hanya membangun ketegangan melalui misteri dan teror, tetapi juga menyisipkan momen humor di tengah situasi yang intens.

Menurut Joko Anwar, kata yang menjadi salah satu dasar pengembangan film ini adalah “absurd”. Film tersebut berusaha menangkap berbagai kontradiksi dalam kehidupan masyarakat melalui perpaduan horor, komedi dan satire.

Pendekatan tersebut membuat film tidak berhenti sebagai cerita tentang makhluk misterius di dalam penjara. Penjara justru digunakan sebagai metafora untuk menggambarkan masyarakat dan sistem yang memiliki aturan berbeda bagi kelompok yang berbeda.

Ghost in the Cell pada akhirnya menjadi salah satu film horor Indonesia 2026 yang memadukan misteri, humor, kritik sosial, dan persoalan lingkungan dalam satu cerita. Karya Joko Anwar ini menunjukkan bahwa horor tidak selalu hanya tentang rasa takut, tetapi juga dapat digunakan untuk mengajak penonton melihat kembali berbagai persoalan yang terjadi di sekitarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....