Film Hope Ungkap Teror Mengerikan di Desa Terpencil
- 22 Sep 2026 11:26 WIB
- Manokwari
RRI.CO.ID,Manokwari: Hope merupakan film terbaru garapan sutradara Korea Selatan Na Hong-jin, pembuat film The Chaser, The Yellow Sea, dan The Wailing. Dirilis pada 2026, film ini menjadi karya panjang pertama Na Hong-jin setelah satu dekade sejak The Wailing (2016).
Menggabungkan unsur science fiction, thriller, action, dan monster movie, Hope membawa penonton ke sebuah desa pelabuhan terpencil bernama Hope Harbor di Korea Selatan. Ketenteraman warga berubah menjadi kekacauan setelah kemunculan makhluk misterius di tengah bencana kebakaran hutan yang memutus komunikasi dengan dunia luar.
Cerita berpusat pada Bum-seok, kepala pos polisi setempat yang diperankan Hwang Jung-min, serta petugas Sung-ae yang diperankan Hoyeon. Keduanya berusaha melindungi warga desa yang terisolasi ketika serangkaian serangan misterius mulai terjadi.
Di sisi lain, Sung-ki, yang diperankan Zo In-sung, bersama para pemburu lokal masuk ke kawasan hutan untuk mencari makhluk yang diduga menjadi penyebab serangan. Namun, pencarian tersebut segera berubah menjadi perjuangan untuk bertahan hidup ketika para pemburu justru menjadi sasaran.
Festival Film Cannes menggambarkan konflik film ini sebagai situasi ketika ketidaktahuan menjadi awal dari rangkaian bencana yang berkembang menjadi konflik manusia dan tragedi berskala besar.
Salah satu daya tarik utama Hope adalah jajaran pemain internasionalnya. Selain Hwang Jung-min, Zo In-sung, dan Hoyeon, film ini menghadirkan aktor Hollywood Michael Fassbender, Alicia Vikander, Taylor Russell, dan Cameron Britton.
Fassbender dan Vikander memiliki peran yang berkaitan dengan makhluk extraterestrial dalam cerita. Kehadiran keduanya menjadi salah satu aspek yang membuat Hope memiliki skala internasional yang lebih besar dibanding film-film Na Hong-jin sebelumnya.
Bagi Hoyeon, yang dikenal secara internasional melalui Squid Game, Hope juga menjadi debut film layar lebarnya.
Hope menandai kembalinya Na Hong-jin ke layar lebar setelah sekitar sepuluh tahun. Film sebelumnya, The Wailing, dirilis pada 2016 dan mendapatkan perhatian internasional, termasuk melalui pemutaran di Festival Film Cannes.
Menurut Reuters, proses produksi Hope berlangsung lebih dari delapan tahun. Na Hong-jin juga mengatakan bahwa ia telah menulis cerita untuk kemungkinan film lanjutan dan berharap mendapatkan kesempatan untuk mewujudkannya.
Hope mendapat tempat dalam kompetisi utama Festival Film Cannes 2026. Film ini berdurasi sekitar 156–160 menit, bergantung pada versi dan sumber yang digunakan. Data Korean Film Council mencatat durasinya 156 menit, sementara halaman resmi Cannes mencantumkan 160 menit.
Kehadiran Hope di kompetisi Cannes menjadi pencapaian penting bagi Na Hong-jin karena film tersebut menjadi film Korea Selatan yang bersaing dalam perebutan Palme d'Or pada edisi 2026. Reuters juga mencatat bahwa Hope merupakan satu-satunya film Korea yang berada dalam kompetisi utama Cannes pada tahun tersebut.
Berbeda dari thriller Na Hong-jin sebelumnya yang lebih banyak berpusat pada konflik manusia, Hope memperluas skala ceritanya dengan menghadirkan makhluk misterius, kehancuran, dan adegan aksi dalam lingkungan pedesaan.
Festival Film Cannes mencatat Na Hong-jin sebagai sutradara sekaligus penulis skenario. Sinematografinya ditangani Hong Kyung-pyo, sementara musik digarap Michael Abels, yang dikenal antara lain melalui karyanya untuk film-film Jordan Peele.
KOFIC mengklasifikasikan Hope sebagai film SF, thriller, dan action, dengan status produksi telah selesai dan tanggal rilis Korea Selatan pada 15 Juli 2026.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....