Bapakmu Kiper, Film Tarkam yang Bikin Penasaran

  • 30 Agt 2026 15:56 WIB
  •  Manokwari

RRI.CO.ID, Manokwari: Bapakmu Kiper menjadi salah satu film Indonesia yang menarik perhatian pada 2026 karena mengangkat dunia sepak bola antarkampung atau tarkam ke layar lebar.

Berbeda dari film olahraga yang umumnya berfokus pada sepak bola profesional, film ini memadukan atmosfer sepak bola akar rumput dengan drama keluarga dan komedi. Film tersebut dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia pada 3 September 2026

Film produksi Entelekey Sinema Indonesia ini disutradarai oleh Ody C. Harahap, dengan skenario yang ditulis oleh Titien Wattimena dan Aaron Hart. Pemeran yang terlibat antara lain Fedi Nuril, Ali Fikry, Tanta Ginting, Augie Fantinus, Neysa Chandria, Vidi Bulle, Djaitov Tigor, dan Didi Mursidi.

Menurut data Lembaga Sensor Film, film ini berdurasi sekitar 90 menit dan diklasifikasikan untuk penonton remaja usia 13 tahun ke atas.

Salah satu daya tarik utama Bapakmu Kiper adalah keberaniannya menjadikan sepak bola tarkam sebagai bagian penting dari cerita. Sepak bola antarkampung merupakan fenomena yang dekat dengan kehidupan masyarakat Indonesia, tetapi relatif jarang menjadi latar utama film nasional.

film ini memang dirancang untuk mengangkat budaya tarkam, lengkap dengan persaingan, solidaritas, dan berbagai kejadian jenaka yang muncul di lingkungan sepak bola akar rumput. Fedi Nuril juga menilai cerita tentang tarkam memiliki kedekatan dengan kehidupan banyak masyarakat Indonesia.

Kehadiran unsur tarkam membuat film ini tidak hanya berbicara mengenai kemenangan di lapangan. Dunia sepak bola yang ditampilkan menjadi ruang tempat karakter-karakternya berhadapan dengan ambisi, masa lalu, persahabatan, serta persoalan keluarga.

Cerita berpusat pada Ronaldhino Sujatmiko alias Dino, yang diperankan oleh Ali Fikry. Dino merupakan remaja yang memiliki cita-cita menjadi pesepak bola profesional. Namun, hubungannya dengan sang ayah, Warto yang diperankan Fedi Nuril, telah lama dipenuhi konflik.

Warto merupakan mantan pemain tarkam yang kini bekerja sebagai penjual ikan. Masa lalu membuat Dino menyimpan kemarahan dan kekecewaan terhadap ayahnya. Ia bahkan meyakini bahwa kematian ibunya berkaitan dengan kesalahan Warto. Kondisi tersebut membuat hubungan keduanya semakin renggang.

Harapan Dino untuk mengubah kehidupannya muncul melalui Tarkam Super Cup, sebuah ajang yang dapat membuka peluang bagi pemain muda untuk dilirik pencari bakat. Masalah kemudian muncul ketika tim yang menjadi andalan Dino, Serigala Sakti, direbut pihak lain menjelang pertandingan final.

Dalam situasi tersebut, Warto berusaha membantu anaknya. Ia kembali membentuk tim bersama teman-teman lamanya yang juga merupakan pemain tarkam senior. Namun, para pemain tersebut sudah tidak muda lagi.

Di sinilah unsur komedi sekaligus drama mulai berkembang: perjuangan memenangkan pertandingan menjadi semakin sulit, sementara Warto juga harus berusaha mendapatkan kembali kepercayaan anaknya.

Meski menggunakan sepak bola sebagai elemen utama, Bapakmu Kiper pada dasarnya membawa cerita tentang keluarga. Pertandingan final menjadi semacam titik temu bagi Warto dan Dino untuk menghadapi persoalan yang selama bertahun-tahun membuat hubungan mereka renggang.

Lembaga Sensor Film menyebut tema film ini sebagai “meraih impian dan kepercayaan keluarga.” Hal tersebut menunjukkan bahwa sepak bola dalam film berfungsi lebih dari sekadar latar cerita.

Lapangan menjadi tempat bagi karakter untuk mengejar impian sekaligus membangun kembali hubungan yang sempat rusak.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....