Pernah Merasa Hampa tanpa Sebab?
- 22 Agt 2026 11:21 WIB
- Manokwari
RRI.CO.ID, Manokwari – Pernah mengalami hari ketika semuanya tampak baik-baik saja, tetapi hati terasa berat? Tidak ada masalah besar, tidak ada kabar buruk, namun muncul rasa sedih, hampa, atau kehilangan sesuatu yang bahkan tidak bisa dijelaskan. Dalam budaya Rusia, perasaan seperti ini dikenal dengan istilah toska.
Menurut kajian yang dipublikasikan oleh Swiss Center for Affective Sciences, University of Geneva, toska merupakan konsep emosi khas Rusia yang sering dikaitkan dengan kesedihan mendalam, kerinduan, dan kegelisahan batin yang sulit dijelaskan secara spesifik. Para peneliti menyebut emosi ini memiliki kemiripan dengan kesedihan, tetapi mengandung nuansa yang lebih kompleks dan mendalam.
| Baca juga: Terlihat Kuat tetapi Menanggung Sendiri |
Penulis Rusia-Amerika Vladimir Nabokov bahkan pernah menyebut toska sebagai salah satu kata yang hampir mustahil diterjemahkan secara sempurna ke bahasa lain. Menurutnya, pada tingkat terdalam, toska adalah penderitaan batin yang besar tanpa penyebab yang jelas. Dalam bentuk yang lebih ringan, ia dapat berupa rasa hampa, kerinduan yang tidak memiliki tujuan, atau kegelisahan yang sulit dijelaskan.
Yang membuat toska berbeda dari kesedihan biasa adalah ketiadaan alasan yang pasti. Seseorang mungkin merasa sedih tanpa tahu apa yang hilang. Rasanya seperti merindukan sesuatu yang tidak bisa disebutkan, atau merasa ada kekosongan dalam diri tanpa mengetahui apa yang sebenarnya kurang.
| Baca juga: Mengenali Tempat Baru yang Terasa Familiar |
Dalam beberapa literatur budaya Rusia, toska sering digambarkan sebagai "rindu terhadap sesuatu yang tidak diketahui". Perasaan ini bisa muncul ketika seseorang merasa terasing, kehilangan arah, atau sedang mempertanyakan makna hidupnya. Namun, tidak selalu berarti orang tersebut mengalami gangguan mental. Toska lebih sering dipandang sebagai bagian dari pengalaman emosional manusia yang sesekali muncul dalam kehidupan.
Meski demikian, para ahli kesehatan mental mengingatkan bahwa jika rasa hampa, sedih, kehilangan minat, atau putus asa berlangsung dalam waktu lama dan mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, kondisi tersebut perlu mendapat perhatian lebih lanjut karena bisa berkaitan dengan depresi atau masalah kesehatan mental lainnya. Toska sendiri bukan diagnosis medis, melainkan istilah budaya untuk menggambarkan pengalaman emosional tertentu.
Menariknya, banyak orang pernah merasakan toska tanpa mengetahui namanya. Saat duduk sendirian di sore hari, mendengarkan lagu lama, atau menatap hujan yang turun perlahan, tiba-tiba muncul perasaan kosong yang sulit dijelaskan. Tidak ada yang salah, tetapi juga tidak ada yang benar-benar terasa utuh.
Mungkin itulah mengapa toska begitu sulit diterjemahkan. Ia bukan sekadar sedih, bukan pula sekadar rindu. Ia adalah perasaan ketika hati terasa kehilangan sesuatu yang bahkan tidak kita ketahui keberadaannya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....