Mengenal Fenomena Zenosyne
- 15 Agt 2026 14:23 WIB
- Manokwari
RRI.CO.ID, Manokwari – Pernah merasa tahun 2020 seperti baru kemarin, padahal sudah berlalu bertahun-tahun? Atau merasa masa kecil berlangsung begitu lama, sementara sekarang satu tahun terasa berlalu dalam sekejap? Jika pernah mengalaminya, Anda mungkin sedang merasakan apa yang disebut zenosyne.
Zenosyne adalah istilah yang menggambarkan perasaan bahwa waktu terasa berjalan semakin cepat seiring bertambahnya usia. Istilah ini diperkenalkan oleh penulis John Koenig dalam proyek The Dictionary of Obscure Sorrows, sebuah kumpulan kata yang diciptakan untuk menggambarkan emosi dan pengalaman manusia yang sulit dijelaskan dengan kosakata biasa.
Meski zenosyne bukan diagnosis psikologis resmi, fenomena yang dijelaskannya sangat dekat dengan pengalaman banyak orang. Saat masih kecil, liburan sekolah terasa seperti berlangsung selamanya. Namun ketika dewasa, minggu berganti bulan dan bulan berganti tahun tanpa terasa.
| Baca juga: Mengenali Tempat Baru yang Terasa Familiar |
Para psikolog menjelaskan bahwa persepsi waktu memang bersifat subjektif. Menurut American Psychological Association (APA), pengalaman seseorang terhadap waktu dipengaruhi oleh bagaimana otak memproses dan menafsirkan berbagai peristiwa yang dialami. Waktu dapat terasa lambat ketika seseorang bosan, tetapi terasa cepat saat menjalani aktivitas yang menyenangkan atau berulang.
Salah satu teori yang sering digunakan untuk menjelaskan zenosyne adalah berkurangnya pengalaman baru saat seseorang bertambah usia. Masa kanak-kanak dan remaja dipenuhi banyak hal pertama dalam hidup, mulai dari masuk sekolah, memiliki teman baru, hingga pengalaman bepergian. Sebaliknya, kehidupan orang dewasa cenderung lebih rutin sehingga otak menyimpan lebih sedikit momen yang dianggap istimewa. Akibatnya, ketika menoleh ke belakang, rentang waktu tersebut terasa lebih pendek.
Ada pula teori yang menyebut bahwa persepsi waktu berkaitan dengan usia. Bagi anak berusia lima tahun, satu tahun adalah seperlima dari seluruh hidupnya. Namun bagi seseorang yang berusia 50 tahun, satu tahun hanya merupakan sebagian kecil dari pengalaman hidup yang telah dilalui. Karena itulah, waktu terasa semakin singkat dari tahun ke tahun.
Menariknya, beberapa penelitian tentang persepsi waktu menunjukkan bahwa mencoba hal-hal baru dapat membantu memperlambat kesan waktu yang melaju cepat. Bepergian ke tempat baru, mempelajari keterampilan baru, membaca buku dengan topik berbeda, atau mengubah rutinitas harian dapat menciptakan lebih banyak kenangan yang tersimpan dalam memori. Ketika hidup dipenuhi pengalaman baru, otak memiliki lebih banyak "penanda waktu" untuk diingat.
Pada akhirnya, zenosyne mengingatkan bahwa waktu sebenarnya tidak pernah berubah kecepatannya. Yang berubah adalah cara otak kita merasakan dan mengingatnya. Mungkin itulah sebabnya mengapa masa kecil terasa begitu panjang, sementara masa dewasa berlalu seperti kedipan mata.
Karena itu, jika akhir-akhir ini Anda merasa waktu berjalan terlalu cepat, mungkin bukan jam yang bergerak lebih kencang. Bisa jadi hidup sedang meminta Anda untuk menciptakan lebih banyak pengalaman yang layak dikenang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....