Lima Negara dengan Penurunan Tanah Terbesar di Asia

  • 27 Apr 2026 14:22 WIB
  •  Manokwari

RRI.CO.ID, Manokwari - Indonesia berada di peringkat kedua sebagai negara dengan tingkat penurunan tanah terbesar di dunia, setelah China yang menempati peringkat pertama. Data dari Geophysical Research Letters menunjukkan bahwa lima negara dengan penurunan tanah terbesar berasal dari Asia, yaitu China, Indonesia, Iran, India, dan Pakistan.

China mengalami penurunan tanah seluas lebih dari 1.043 km², diikuti oleh Indonesia dengan 844 km², Iran 791 km², India 672 km², dan Pakistan 374 km². Dampak dari fenomena ini juga dirasakan oleh jutaan penduduk; di Indonesia saja, sekitar 213 juta orang terpengaruh oleh penurunan tanah ini, sementara di India angka tersebut mencapai 633 juta orang.

Menurut World Economic Forum, hampir separuh dari kota besar di China mengalami penurunan tanah akibat pemanfaatan air tanah yang berlebihan. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa 45% dari 82 kota besar di China mengalami penurunan tanah lebih dari 3 milimeter setiap tahunnya, yang diperkirakan akan memengaruhi sekitar 29% populasi perkotaan. Pada tahun 2120, sekitar 22% hingga 26% wilayah pesisir di China berpotensi berada di bawah permukaan laut.

Penurunan tanah dapat mengakibatkan berbagai masalah serius, mulai dari hilangnya lahan, kesulitan akses air bersih, kerusakan infrastruktur, hingga memaksa pemindahan penduduk. Contohnya, Indonesia telah mulai memindahkan ibu kotanya dari Jakarta ke Pulau Kalimantan karena ancaman penurunan tanah di Jakarta yang semakin serius.

Penyebab Penurunan Tanah dan Dampaknya di Masa Depan

Salah satu faktor utama yang mempercepat penurunan tanah adalah ekstraksi air tanah yang berlebihan. Diperkirakan fenomena ini akan berdampak pada 19% populasi dunia pada tahun 2040, seiring dengan meningkatnya permintaan air bersih di perkotaan. Di banyak daerah yang memiliki keterbatasan air permukaan atau kualitasnya tercemar, air tanah menjadi sumber utama. Namun, pemompaan air tanah yang berlebihan menyebabkan lapisan tanah di atasnya memadat dan mengalami penurunan.

Selain penggunaan air tanah, berat infrastruktur perkotaan turut mempercepat penurunan tanah. Seiring pembangunan perkotaan yang semakin padat, beban bangunan secara kumulatif menekan tanah dan meningkatkan laju penurunan. Faktor geologi seperti pergerakan tektonik atau aktivitas seismik juga berkontribusi terhadap pemadatan sedimen, yang menyebabkan tanah perlahan tenggelam.

Walaupun perubahan iklim bukan penyebab langsung dari penurunan tanah, fenomena seperti kenaikan permukaan air laut menambah risiko banjir di daerah dataran rendah. Peristiwa cuaca ekstrem turut mempercepat erosi dan perpindahan sedimen, yang semakin mengganggu kestabilan tanah di kawasan rentan ini.

Mengatasi penurunan tanah yang terjadi di berbagai kota besar di dunia membutuhkan evaluasi menyeluruh terhadap penggunaan air tanah, desain infrastruktur, serta perencanaan perkotaan yang berkelanjutan.

Semoga Bermanfaat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....