Jangan sampai tertipu, Kenali Perbedaan pirit dan emas
- 15 Apr 2026 07:30 WIB
- Manokwari
RRI.CO.ID, Manokwari - Melihat kilauan kuning di batuan memang sering bikin orang langsung berpikir itu emas. Padahal, ada mineral lain yang tampilannya sangat mirip, yaitu pirit yang dijuluki “emas palsu”. Sekilas memang sulit dibedakan, apalagi bagi yang belum terbiasa. Namun, kalau diperhatikan lebih detail, ada banyak ciri khas yang bisa membantu kamu mengenali perbedaannya. Baerikut rangkum 7 perbedaan pirit dan emas yang penting kamu tahu :
- Perhatikan kilau warnanya
Pirit memiliki warna kuning keemasan yang cenderung pucat atau seperti kuningan. Dalam banyak kasus, warnanya bisa tampak lebih dingin dan terkadang menunjukkan efek pelangi atau menggelap akibat oksidasi. Sebaliknya, emas memiliki warna kuning yang lebih kaya, hangat, dan konsisten. Kilau emas tidak berubah seiring waktu dan tidak mengalami tarnish seperti pirit. Perbedaan ini terlihat dari kestabilan warna, di mana emas mempertahankan warna kuning cerahnya, sedangkan pirit dapat terlihat kusam atau berubah warna tergantung kondisi lingkungan.
2. Uji gores
Salah satu cara sederhana untuk membedakan pirit dan emas adalah dengan uji gores. Saat pirit digesekkan pada permukaan keramik tanpa lapisan glasir, biasanya akan meninggalkan bekas berwarna gelap, seperti hijau kehitaman atau cokelat tua. Sementara itu, emas menunjukkan hasil yang berbeda. Ketika digosokkan pada permukaan yang sama, emas akan meninggalkan garis berwarna kuning atau keemasan, sesuai dengan warna aslinya. Untuk mencobanya, kamu bisa menggesekkan mineral ke ubin keramik yang belum dilapisi glasir. Dari warna goresannya saja, kamu sudah bisa mendapatkan petunjuk apakah itu emas asli atau hanya pirit.
3. Berat atau kepadatan
Melansir dari laman Gelologyin, Emas memiliki densitas yang sangat tinggi, dengan specific gravity sekitar 19,3. Hal ini membuat emas terasa sangat berat dibandingkan ukurannya. Sebaliknya, pirit jauh lebih ringan dengan specific gravity sekitar 4,9-5,2. Perbedaan ini sangat signifikan meskipun ukuran keduanya sama. Karena itu, uji sederhana dengan memegang atau membandingkan berat bisa langsung menunjukkan perbedaan. Emas akan terasa jauh lebih berat dibandingkan pirit.
4. Reaksi terhadap magnet
Pirit pada dasarnya tidak bersifat magnetis. Namun, dalam beberapa kondisi, mineral ini bisa mengandung unsur lain sehingga menunjukkan sedikit respons saat didekatkan dengan magnet. Sementara itu, emas murni benar-benar tidak memiliki sifat magnetis. Artinya, emas tidak akan tertarik sama sekali meskipun didekatkan dengan magnet yang cukup kuat. Cara mengeceknya juga cukup mudah. Kamu tinggal mendekatkan magnet ke mineral tersebut. Jika ada sedikit saja tarikan, kemungkinan itu bukan emas murni, karena emas asli tidak akan bereaksi terhadap magnet.
5. Tingkat kekerasan
Dari segi kekerasan, pirit termasuk mineral yang cukup kuat. Dalam skala Mohs, pirit berada di angka sekitar 6 hingga 6,5, sehingga mampu menggores kaca atau benda lain yang lebih lunak. Sebaliknya, emas jauh lebih lunak dengan tingkat kekerasan sekitar 2,5 hingga 3. Karena sifatnya ini, permukaan emas mudah tergores bahkan dengan benda sederhana seperti koin tembaga atau pisau. Untuk mengetesnya, kamu bisa mencoba menggores permukaan mineral tersebut. Jika mudah tergores, kemungkinan itu emas. Namun jika justru bisa menggores kaca atau terasa keras, besar kemungkinan itu adalah pirit.
6. Bau yang dihasilkan
Pirit memiliki kandungan sulfur yang cukup tinggi. Karena itu, saat dipukul atau bereaksi dengan zat tertentu, mineral ini bisa mengeluarkan bau khas seperti telur busuk. Berbeda dengan pirit, emas tidak menghasilkan bau apa pun. Hal ini karena emas termasuk logam yang stabil dan tidak mudah bereaksi secara kimia. Jadi, jika kamu mencium aroma menyengat saat menguji mineral, itu bisa jadi tanda bahwa yang kamu temukan bukan emas, melainkan pirit.
7. Tes suara
Selain dari tampilan dan tekstur, perbedaan pirit dan emas juga bisa dikenali dari suara saat dijatuhkan. Emas cenderung menghasilkan bunyi yang lebih lembut dan berat, seperti “gedebuk”, karena sifatnya yang padat dan mampu menyerap benturan. Hal ini berbeda dengan pirit yang lebih rapuh. Ketika dijatuhkan ke permukaan keras, pirit bisa mengeluarkan suara yang lebih nyaring, bahkan terkadang terdengar seperti berderak atau berdengung.
Semoga Bermanfaat dan Kita tidak Tertipu.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....