Kondisi Normal pada Anak yang Suka Bikin Orangtua Khawatir

  • 30 Mar 2026 13:50 WIB
  •  Manokwari

RRI.CO.ID, Manokwari - Kehadiran bayi di tengah keluarga tentu saja membawa kebahagiaan bagi orangtua dan keluarga besar. Sebagai orangtua baru, Mama banyak belajar tentang bayi. Misalnya mengamati sinyal lapar, mencari tahu arti tangisan si Kecil, hingga kebiasaan-kebiasaan si Kecil.

Wajar jika Mama khawatir, terutama jika ada beberapa kondisi bayi yang Mama kira itu tidak normal. Tapi sebenarnya, ada beberapa kondisi normal pada anak yang suka bikin orangtua khawatir, lho. Nah, agar Mama tidak salah paham, Yuk kita kenali kondisi normal pada anak yang kadang membuat para mama khawatir :

1. Bayi baru lahir suka kagetan

Pernahkah Mama memperhatikan ketika ada yang membuka pintu dan tiba-tiba bayi tersentak kaget? Atau jika benda yang jatuh, bayi kaget? Apakah kondisi ini normal? Bila terus terjadi pada bayi baru lahir, Mama mungkin akan bertanya-tanya: ada masalah apa ya? Apakah si Kecil sakit? Bayi baru lahir suka kaget itu normal, kok, Ma. Itu disebut dengan refleks moro. Refleks moro merupakan respon bayi saat dikejutkan dengan suara atau gerakan yang keras. Refleks ini kerap terjadi pada bayi baru lahir dan akan hilang dengan sendirinya setelah si Kecil berusia 3-4 bulan.

2. Mata bayi baru lahir terlihat juling

Semua orangtua pasti berharap si Kecil tumbuh dan berkembang dengan bayi, tanpa ada kekurangan. Penglihatan merupakan salah satu hal yang paling penting. Tapi jika Mama mengamati mata si Kecil, kok terlihat juling, ya? Apakah ini bermasalah? Apakah mata si Kecil akan terus juling hingga ia dewasa nanti? mata juling pada bayi baru lahir ini normal, Ma. Kok bisa? Mata juling ini terjadi karena otot-otot penggerak bola mata masih dalam tahap perkembangan. Umumnya, di usia 0 sampai 6 bulan, mata bayi akan tampak juling, terutama ketika ia lelah. Namun, hal ini tak perlu dikhawatirkan berlebihan.

3. Bayi mudah keringatan

Jika si Kecil terus keringatan, ini pun mungkin akan membuat Mama khawatir. Padahal, Mama sendiri atau orang-orang di rumah tidak mengeluarkan banyak keringat. Apakah kondisi ini normal. Kulit bayi masih dalam tahap perkembangan dan penyempurnaan, Ma. Hal ini menyebabkan proses penyerapan dan pengeluaran keringat belum berjalan dengan sempurna. Alhasil, bayi pun mudah keringatan, Ma. dr. Citra menambahkan jika kondisi keringat berlebihan ini biasanya akan hilang setelah si Kecil berusia 2 tahun.

4. Kaki anak berbentuk O atau X

Bila Mama mengamati kaki si Kecil, bentuknya mungkin O atau X. Apakah ini normal? Sebagai orangtua, Mama tentu khawatir. Apakah bayi mengalami sakit tertentu yang menyebabkan kakinya berbentuk O atau X? Pertumbuhan dan perkembangan tulang yang normal saat anak berusia 2-4 tahun dapat menyebabkan lutut bengkok, Ma. Menurut dr. Citra, kondisi ini biasanya tidak bersifat serius atau perlu dikhawatirkan. Biasanya, kondisi ini akan hilang dengan sendirinya saat si Kecil berusia 7 atau 8 tahun.

5. Rambut bayi tipis atau botak di bagian belakang kepala

Punya bayi dengan rambut lebat tentu membuat Mama senang. Tapi, kok justru rambut bayi menipis atau bahkan botak di bagian belakangnya, ya? Apakah hal ini perlu dikhawatirkan? Apa bila ini terjadi pada si Kecil, jangan khawatir, Ma. Menurut dr. Citra, rambut halus pada kepala bayi dapat rontok atau dapat juga terjadi kebotakan sementara. Berita baiknya, kebotakan itu kemudian akan tertutup oleh rambut yang baru tumbuh dalam beberapa bulan. Sampai kapan kondisi ini akan berlangsung? Umumnya pada usia 1,5 hingga 2 tahun, rambut permanen bayi akan tumbuh.

Semoga bermanfaat untuk ibu-ibu muda .

Sumber Artikel : Popbela.com

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....