Digital Minimalism: Berencana di tengah Notifikasi
- 18 Mar 2026 04:21 WIB
- Manokwari
RRI.CO.ID, Manokwari- Digital minimalism merupakan konsep gaya hidup yang menekankan penggunaan teknologi secara lebih sadar dan terkontrol. Pendekatan ini mengajak individu untuk hanya menggunakan perangkat digital dan aplikasi yang benar-benar memberikan nilai dan manfaat dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini disampaikan Grace Syana Sitompul pada program jaga malam Produa Manokwari , Bisik PaDuta dengan topik Digital Minimalism: Berencana di tengah Notifikasi . Selasa, 17 Maret 2026.
Digital minimalism mencerminkan upaya menyeimbangkan kemajuan teknologi dengan kebutuhan hidup yang lebih tenang dan terfokus. Di tengah arus informasi yang terus mengalir, pendekatan ini menjadi salah satu cara untuk mengelola teknologi secara bijak dalam kehidupan modern.
Grace Syana Sitompul merupakan Duta Genre Papua Barat menurutnya dalam digital minimalism, seseorang tidak sepenuhnya menjauhi teknologi, melainkan memilih untuk membatasi penggunaannya. Media sosial, aplikasi hiburan, dan notifikasi disaring agar tidak mengganggu fokus serta aktivitas utama, seperti bekerja, belajar, atau berinteraksi langsung dengan lingkungan sekitar.
“Penerapan digital minimalism dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti mengurangi jumlah aplikasi di gawai, menetapkan waktu khusus untuk menggunakan media sosial, serta mematikan notifikasi yang tidak penting. Langkah-langkah ini membantu menciptakan ruang digital yang lebih sederhana dan teratur dan saya sebagai mahasiswi lebih memprioritaskan kebutuhan daripada keinginan dari semua notifikasi yang masuk.”Ujarnya
Menurut Grace, tidak selamanya bersifat buruk, berbeda dengan digital detox yang umumnya dilakukan dalam jangka waktu tertentu dengan membatasi atau menghentikan penggunaan perangkat digital secara sementara, digital minimalism bersifat lebih berkelanjutan. Pendekatan ini menekankan pengelolaan teknologi sebagai kebiasaan jangka panjang, sehingga penggunaan perangkat digital tetap ada, namun lebih terarah dan sesuai kebutuhan.
Ditambahkan oleh Grace, konsep ini juga mendorong individu untuk lebih banyak meluangkan waktu pada aktivitas non-digital, seperti membaca buku, berolahraga, atau berinteraksi langsung dengan orang lain. Dengan demikian, teknologi tetap digunakan sebagai alat bantu, bukan sebagai pusat dari seluruh aktivitas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....