Digital Minimalism Membatasi Penggunaan Teknologi

  • 18 Mar 2026 02:41 WIB
  •  Manokwari

RRI.CO.ID, Manokwari - Digital minimalism adalah gaya hidup sadar untuk membatasi penggunaan teknologi, berfokus pada konten yang bernilai, dan mengurangi gangguan notifikasi, bukan anti-teknologi. Ini adalah seni merencanakan hidup dengan memprioritaskan interaksi nyata, meningkatkan fokus, mengurangi kecemasan, serta memulihkan waktu berharga dari distraksi layar yang berlebihan.

Hal ini menjadi perbincangan pada topik program bisik PaDuta Produa Manokwari bersama Grace Syanna Sitompul, Duta Genre Papua Barat dan Papua Barat Daya. Selasa, 17 Maret 2026. " Penggunaan digital harus bisa memilah mana hal yang sangat urgent, dari notifikasi gadget yang masuk dan harus bisa memilih mana kebutuhan yang lebih penting dan harus didahulukan." Ujarnya.

Bicara era digital memang tak lepas dari media sosial dan screen time yang tinggi. Dampaknya meliputi kelelahan mata, gangguan tidur, dan penurunan interaksi sosial. Penting melakukan digital detox, mengatur batasan aplikasi, dan membuat jadwal untuk menjaga kesehatan mental serta produktivitas

Menurut Grace Syanna Sitompul, dia pengguna media sosial yang sangat aktif pada Instagram, TikTok, YouTube, karena dari sisi semua platform ada hal yang berdampak baik dari setiap platform, namun menurut Grace ada dampak buruk bagi remaja jika tidak menggunakan secara baik.

Ditambahkan oleh Grace, menonton platform digital yang bermanfaat, seperti YouTube untuk edukasi/teknologi, dokumenter di streaming service, dan webinar/kursus online, dapat meningkatkan produktivitas, literasi digital, dan keterampilan. Platform ini memudahkan akses informasi, efisiensi kerja, dan pengembangan diri secara fleksibel

Notifikasi digital adalah pesan otomatis dari aplikasi atau situs yang memberi tahu informasi, pembaruan, atau peringatan. Meskipun membantu efisiensi, notifikasi berlebih memicu stres (digital burnout) dan gangguan fokus. Penting untuk mengatur notifikasi agar tidak mengganggu, waspada terhadap phishing, dan mengelola penggunaan perangkat.

Media sosial memiliki dampak buruk yang signifikan, terutama jika digunakan berlebihan, seperti gangguan kesehatan mental (kecemasan, depresi), kecanduan/adiksi, FOMO (Fear of Missing Out), cyberbullying, penyebaran berita palsu, serta masalah privasi data. Hal ini juga dapat menurunkan produktivitas, mengganggu tidur, dan meningkatkan kecemburuan sosial.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....