Selera Musik Kita Terasa Lebih Tua dari Umur? Ini Penjelasan Psikologisnya

  • 06 Mar 2026 21:25 WIB
  •  Manokwari

RRI.CO.ID, Manokwari – Pernah merasa selera musik kamu seperti lebih tua dari umur sendiri? Lagu-lagu yang sering diputar justru berasal dari era 80-an, 90-an, atau awal 2000-an. Sementara lagu yang sedang viral terasa biasa saja. Tenang, itu bukan karena Anda tidak mengikuti perkembangan zaman. Ada alasan psikologis di baliknya. Musik bukan sekadar hiburan. Ia terhubung langsung dengan memori, emosi, dan pengalaman hidup seseorang.

Musik yang Didengar Saat Tumbuh Besar Lebih Melekat

Penelitian psikologi menunjukkan bahwa lagu-lagu yang sering didengar saat masa kanak-kanak, remaja, hingga awal dewasa cenderung lebih membekas dalam ingatan. Pada fase inilah identitas diri sedang terbentuk.

Istilahnya dikenal sebagai reminiscence bump, yaitu kecenderungan seseorang lebih mudah mengingat hal-hal yang terjadi pada usia sekitar 10 hingga 30 tahun. Lagu yang diputar di rumah, di sekolah, atau saat momen penting hidup akan tersimpan kuat di memori jangka panjang.

Karena itu, wajar jika sekarang kita merasa lebih nyaman memutar lagu lama dibanding lagu yang sedang tren.

Efek Nostalgia yang Menghangatkan

Saat mendengar lagu yang punya kenangan, otak melepaskan dopamin—zat kimia yang memicu rasa senang. Nostalgia membuat lagu lama terasa lebih emosional dan menyentuh.

Bukan hanya soal nadanya, tetapi suasana yang ikut teringat: perjalanan pulang sekolah, radio di ruang keluarga, atau momen bersama teman-teman. Musik seolah menjadi mesin waktu yang membawa kita kembali ke masa tertentu.

Faktor Kebiasaan dan Rasa Familiar

Otak manusia cenderung menyukai hal yang familiar. Lagu yang sudah sering didengar terasa lebih mudah dipahami dan nyaman di telinga. Sementara lagu baru membutuhkan waktu untuk diproses dan diterima.

Itulah sebabnya banyak orang tetap setia pada playlist lama. Bukan karena menolak hal baru, tetapi karena ada rasa aman di dalamnya.

Waktu Menyaring Lagu Terbaik

Perlu diingat, tidak semua lagu lama bertahan sampai sekarang. Yang masih sering diputar biasanya memang lagu dengan kualitas lirik dan melodi yang kuat. Waktu secara tidak langsung telah menyeleksi karya-karya terbaik.

Akhirnya, saat kita membandingkan lagu lama dan lagu baru, yang diingat adalah “yang terbaik” dari masa lalu.

Musik memiliki kemampuan unik sebagai pemicu memori. Satu lagu bisa membawa kita kembali ke suasana tertentu dengan detail yang sangat jelas, aroma ruangan, ekspresi seseorang, bahkan cuaca saat itu. Karena itulah selera musik terasa “menua” seiring bertambahnya usia. Bukan karena kita menolak hal baru, tetapi karena kita menyukai lagu-lagu yang sudah menjadi bagian dari perjalanan hidup.

Jadi, jika Anda merasa selera musik lebih tua dari umur sendiri, itu hal yang wajar. Musik yang menemani masa tumbuh besar memang cenderung melekat lebih lama.

Sekarang jujur, playlist Anda didominasi lagu era tahun berapa?

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....