Mengenal Lebih Dalam Hidangan Suku Sebyar Teluk Bintuni
- 24 Agt 2024 12:35 WIB
- Manokwari
KBRN, Bintuni: Sagu dan ikan/kerang adalah hal yang tidak dapat dipisahkan bagi warga Indonesia timur. Keduanya merupakan perpaduan yang pas untuk dikonsumsi sehari-hari terutama bagi warga di wilayah pesisir pantai.
Bagi warga suku Sebyar yang merupakan salah satu dari 7 suku di Teluk Bintuni, sagu menjadi makanan pokok pengganti nasi. Sagu dikonsumsi sehari-hari dengan berbagai bentuk macam olahan seperti dibakar, dikukus hingga direbus.
Suku Sebyar yang mendiami wilayah pesisir Utara Teluk Bintuni, memiliki berbagai macam olahan sagu.
Dalam festival seni budaya 7 suku, Yang digelar dinas Pendidikan, Kebudayaan Pemuda dan Olahraga belum lama ini, untuk memeriahkan HUT RI Ke-79. Suku Sebyar menjadikan sagu sebagai primadona.

Warga Suku Sebyar dan Pakaian Adatnya. (Foto: RRI/Dina)
Emilia Patiran, yang menjadi peserta lomba menjelaskan, Makanan sagu yang mereka peroleh dari hasil kebun sendiri, menjadi makanan pokok yang dapat diolah dengan berbagai macam. Sagu di sana diolah menjadi sagu bakar kelapa, yang biasa disebut warga Sebyar Kembaran dengan Kakari dan sagu biji-biji atau Kukurane.
Sagu bakar kelapa merupakan makanan terbuat dari tepung sagu yang dicampur dengan kelapa parut dan sedikit garam. Setelah dicampur sagu kemudian dibungkus dengan daun nipah lalu dibakar hingga masak. Olahan sagu ini biasa dijadikan camilan atau juga bersamaan dengan lauk untuk makan.
Sementara itu sagu biji-biji oleh warga Sebyar dimasak dengan air mendidih, yang diaduk terus menerus hingga mengental. Kukurane, biasanya akan dimakan dengan campuran ikan kuah rebus yang dicampur dengan sayur pakis merah. Kukurane akan lebih nikmat jika dicampur dengan cabe yang sudah di ulek dan perasan air jeruk nipis.
Selain direbus, ikan sebagai teman hidangan sagu ini juga bisa dibakar atau masyarakat menyebutnya Papa. Ikan jenis kakap (congge) adalah ikan yg sering di masak. Ikan ini sebelum di bakar hanya ditaburi garam dan perasan jeruk nipis saja. Selain dibakar ikan kakap ini juga biasa direbus dengan air dan garam saja.

Penampakan Olahan Makanan Khas Sebyar, Mulai dari Ikan Bakar, Siput Rebus, Sagu Bakar dan Sayur Pakis Merah. (Foto: RRI/Dina)
Masyarakat Sebyar juga memiliki lauk lain selain ikan. Ada pula Kerang/siput sungai yang sering mereka konsumsi. Proses memasaknya sama hanya direbus bersama dengan cangkangnya lalu ditaburi garam.
"Makanan kita semuanya rebus-rebus saja karena zaman dulu kita belum tidak pernah pakai minyak, tidak pakai bumbu rempah juga hanya begini biasa saja, ini alami tapi sehat," Ujar Emilia.
Sementara itu, sayur sebagai pelengkap hidangan yang biasa digunakan adalah sayur pakis merah atau Minggano. Pakis merah ini juga tumbuh disekitaran sungai dan mudah dicari. Cara memasaknya hanya memisahkan daun muda dari batangnya kemudian daun tersebut direbus dengan air dan garam sedikit hingga layu.
Semua hidangan ini kemudian dimakan menjadi satu. Warga suku Sebyar biasanya memakan hidangan sagu beramai-ramai langsung di depan kuali (wajan) dengan menggunakan penjepit yang terbuat dari batang Nipah atau disebut gata-gata.
Hidangan seperti ini adalah makanan yang selalu dibuat ketika acara-acara tertentu. Baik itu seperti acara adat maupun kumpul keluarga.
Warga masyarakat Teluk Bintuni menyambut baik pameran kuliner khas 7 suku ini. Salah satu pengunjung Fitria mengaku senang dengan adanya pameran khas kuliner ini. Pasalnya ia jadi lebih mengetahui lebih dalam terkait budaya dan kebiasaan warga Sebyar atau suku-suku lainya.
"Ini pertama kali saya melihat Dengan begini kita orang pendatang jadi lebih tau lebih dalam soal budaya mereka," Ujar Fitria.
Sementara itu, pameran dan lomba kuliner ini merupakan upaya pemerintah daerah untuk menghidupkan UMKM bagi warga sekitar. Menurut kepala Bidang Kebudayaan dan Pariwisata Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Izak Ibori, pameran kuliner ini juga menjadi moment untuk mengedukasi anak-anak penerus generasi mereka.
"Ini kita gelar supaya anak-anak bisa meneruskan dan budaya ini tidak hilang," Ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....