Tiga Bahaya Sampah Plastik, bagi Kelestarian Hutan Mangrove
- 11 Jun 2026 14:55 WIB
- Manokwari
RRI.CO.ID, Manokwari- Sampah plastik yang terbawa aliran sungai atau ombak laut sering kali terjebak di antara akar-akar mangrove. Karena plastik sulit terurai secara alami, keberadaannya dapat menimbulkan dampak jangka panjang terhadap ekosistem mangrove.
Berikut adalah tiga bahaya utama sampah plastik bagi kelestarian hutan mangrove.
1. Menghambat Pertumbuhan dan Regenerasi Mangrove
Sampah plastik yang menumpuk di sekitar akar dan permukaan tanah mangrove dapat menghambat pertumbuhan tanaman. Lapisan plastik mengurangi sirkulasi udara dan mengganggu proses pertukaran gas pada tanah yang dibutuhkan oleh akar mangrove.
Selain itu, bibit atau propagul mangrove yang jatuh ke tanah sering kali sulit tumbuh karena tertutup sampah plastik. Akibatnya, proses regenerasi alami mangrove menjadi terganggu dan jumlah pohon baru yang tumbuh semakin berkurang.
2. Merusak Habitat Satwa dan Organisme Pesisir
Hutan mangrove menjadi tempat hidup berbagai jenis ikan, kepiting, udang, burung, dan organisme lainnya. Sampah plastik dapat membahayakan satwa melalui dua cara, yaitu tertelan atau menyebabkan satwa terjerat.
Hewan yang mengira plastik sebagai makanan dapat mengalami gangguan pencernaan, kekurangan nutrisi, bahkan kematian. Sementara itu, plastik berupa tali, kantong, atau jaring bekas dapat menjerat tubuh hewan sehingga menghambat pergerakan dan kemampuan mereka mencari makan. Jika kondisi ini terus berlangsung, keseimbangan ekosistem mangrove dapat terganggu.
3. Menurunkan Kualitas Lingkungan dan Mencemari Rantai Makanan
Seiring waktu, sampah plastik akan terpecah menjadi partikel yang lebih kecil yang dikenal sebagai mikroplastik. Partikel ini dapat masuk ke dalam tanah, air, dan kemudian dikonsumsi oleh organisme kecil yang hidup di kawasan mangrove.
Mikroplastik yang masuk ke rantai makanan dapat berpindah dari satu organisme ke organisme lainnya hingga mencapai ikan yang dikonsumsi manusia.
Penumpukan plastik dapat menghambat pertumbuhan mangrove, merusak habitat satwa, serta mencemari lingkungan melalui mikroplastik. Oleh karena itu, diperlukan upaya bersama untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, meningkatkan pengelolaan sampah, dan melakukan kegiatan bersih-bersih di kawasan pesisir. Dengan menjaga kebersihan lingkungan, kelestarian hutan mangrove dapat terus terpelihara untuk generasi mendatang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....