Merawat Kebudayaan Melalui Festival Noken Kemerdekaan di Bintuni

  • 16 Agt 2025 17:58 WIB
  •  Manokwari

KBRN, Bintuni: Berbagai macam bentuk dan warna benang dirajut indah oleh tangan-tangan terampil berpengalaman. Dengan penuh kesabaran mereka menguntai benang-benang panjang tersebut menjadi tas yang unik dan indah.

Beginilah situasi festival merajut noken kemerdekaan yang digelar Yayasan Pemerhati Perempuan dan Anak (Phapeda) di Kabupaten Teluk Bintuni Sabtu (16/8/2025). Ada sebanyak 77 peserta yang ikut terlibat dalam kegiatan tersebut, mereka adalah wanita tangguh dari berbagai organisasi perempuan yang ada di Teluk Bintuni.

Tak hanya peserta, pengunjung juga antusias berpartisipasi melihat dari dekat cara merajut noken-noken tersebut. Mereka bahkan memberikan penilaian terhadap hasil rajutan noken, dengan menuliskan nomor noken tersebut dan dimasukan ke kotak penilaian.

Bupati Teluk Bintuni Yohanis Manibuy (Noken Kuning) Bersama Wakil Bupati Joko Lingara (mengekan Songkok), Kapolres AKBP Hari Sutanto dan Dandim 1806 Letkol Inf Teguh Efendi Ketika mengenakan Noken Hasil Rajutan Peserta Festival Noken Kemerdekaan (Foto: RRI/Dina)

Salah satu pengunjung Monarti mengapresiasi kegiatan ini, ia berharap kegiatan positif seperti ini harus sering digelar pemerintah maupun pihak swasta untuk meramaikan Kota Bintuni serta melestarikan kebudayaan daerah. Pasalnya ini adalah festival noken pertama yang pernah ia kunjungi di daerahnya.

"Semoga festival noken perdana ini di Teluk Bintuni kedepan akan terus dilestarikan, terus untuk masyarakat di Bintuni agar terus melestarikan noken sebagai warisan budaya nenek moyang kita," Kata Monarti yang juga Konten Kreator media sosial ini.

Sementara itu, Bupati Teluk Bintuni Yohanis Manibuy menyampaikan terimakasih kepada semua pihak yang telah terlibat dalam festival ini. Menurutnya noken adalah budaya tak benda yang diakui oleh UNESCO.

Bupati Yohanis Manibuy Ketika Mengalungkan Noken Kepada Wakil Bupati Joko Lingara dalam Festival Noken Kemerdekaan Sabtu (16/8/2025) (Foto: RRI/Dina)

Bupati mengatakan, Noken adalah simbol kehidupan, simbol persatuan dan kesejahteraan bagi masyarakat Bintuni. Oleh karena itu, Bupati Berharap Kebudayaan tak benda ini harus terus dilestarikan.

"Melalui noken kita belajar tentang kesabaran, kerja keras dan kebersamaan, karena itulah melestarikan noken sangat berarti untuk menjaga identitas diri sebagai orang Papua dan sebagai bagian dari Bangsa Indonesia," Ujar Bupati.

Menjadi bagian dari peserta Festival Noken, Fatima Tonoy mengungkapkan senang ikut serta dalam festival berteman kemerdekaan ini. Selain itu ia juga ingin melatih kembali keterampilan merajut noken dan menambah pengalaman.

"Saya ingin ikut merajut Supaya banyak pengalaman yang kita dapat," Ujar Fatima.

Yayasan Phapeda merupakan yayasan yang didirikan Evi Manibuy sejak tahun 2020 lalu. Semenjak berdiri yayasan ini telah aktif disejumlah kegiatan sosial dan amal seperti pemberantasan buta aksara dan pendampingan ibu dan anak.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....