Puncak HUT RI di Bintuni Bawa Berkah, UMKM Raup Jutaan Rupiah
- 18 Agt 2026 07:43 WIB
- Manokwari
RRI.CO.ID, Bintuni – Gemerlap perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Teluk Bintuni tak hanya menjadi panggung kebanggaan nasional, tetapi juga membawa berkah bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Ribuan warga yang memadati Gelanggang Argosiegemerai SP 5, Senin, 17 Agustus 2026 menciptakan denyut ekonomi yang terasa hingga ke lapak-lapak pedagang kecil.
Sejak pagi hari, jauh sebelum upacara pengibaran bendera dimulai, para pedagang sudah sibuk menata dagangan. Deretan tenda dan lapak berdiri di sisi barat dan timur pintu masuk gelanggang. Aroma makanan, warna-warni minuman segar, hingga mainan anak-anak menjadi bagian dari suasana perayaan kemerdekaan yang meriah.
Bagi para pedagang, momen ini bukan sekadar keramaian tahunan. Kehadiran ribuan peserta upacara yang terdiri dari pelajar, mahasiswa, ASN, serta personel TNI dan Polri menjadi peluang emas untuk meningkatkan pendapatan. Belum lagi para tamu undangan dan masyarakat yang datang bersama keluarga untuk menikmati suasana perayaan.
Menjelang sore hingga malam, kawasan gelanggang semakin sesak oleh pengunjung. Malam resepsi yang dihadiri Bupati Teluk Bintuni, Wakil Bupati, jajaran Forkopimda, pimpinan OPD, serta penampilan artis lokal favorit warga, Oca, membuat arus pengunjung terus mengalir.
Di tengah keramaian itu, Fauziah tampak tak henti melayani pembeli. Perempuan yang dikenal dengan usaha Es Teler 99 tersebut mengaku hampir selalu hadir ketika ada kegiatan besar di Gelanggang Argosiegemerai.
Berjualan sejak pukul 15.30 WIT, ia berhasil menjual sekitar 200 gelas minuman yang terdiri dari es teler, es buah, sup buah, hingga alpukat kocok. Dengan harga Rp15 ribu per gelas, omzet yang diperolehnya cukup menjanjikan.
"Alhamdulillah kalau ada acara begini ramai kalau kita jualan," ujar Fauziah sambil melayani antrean pembeli.
Menurutnya, kegiatan pemerintah yang menghadirkan banyak masyarakat selalu berdampak positif bagi pedagang kecil. Ia bahkan menyebut pada momen-momen besar seperti perayaan HUT daerah maupun HUT RI, keuntungan yang diperoleh bisa mencapai jutaan rupiah dalam satu malam.
Sehari-hari, Fauziah berjualan di depan Gedung Women Center. Karena kualitas bahan yang digunakan selalu dijaga, pelanggan setianya pun terus berdatangan.
Salah satunya adalah Julianti. Pada malam resepsi HUT RI, ia sengaja mencari lapak Es Teler 99 yang biasa dikunjunginya.
"Di depan Women Center sering saya beli. Di sini tetap saya cari. Semua suka esnya, ada es teler, es buah, dan sup buah," katanya.
Bagi Julianti, cita rasa yang konsisten menjadi alasan utama mengapa ia terus kembali membeli minuman tersebut.
Tak hanya pedagang minuman yang menikmati lonjakan pembeli. Sinta, pedagang pentol goreng, sosis gulung, sempol, dan nugget, juga merasakan berkah yang sama.
Sejak pagi hingga malam, lapaknya nyaris tak pernah sepi. Ia bahkan harus bolak-balik berjualan untuk memenuhi permintaan pelanggan.
"Pagi tadi buka dari jam delapan sampai jam sebelas, terus ke sini lagi jam setengah lima sore sampai sekarang," tutur Sinta.
Dalam sehari, ia menghabiskan sekitar delapan kilogram adonan pentol, ditambah berbagai bahan makanan lainnya. Dari hasil penjualan tersebut, Sinta mengaku mampu meraih pendapatan hingga Rp7 juta dalam sehari.
Pemandangan seperti ini menunjukkan bahwa perayaan kemerdekaan bukan hanya tentang seremoni dan hiburan. Di balik kemeriahan panggung dan gemuruh tepuk tangan, ada roda ekonomi rakyat yang ikut berputar.
Jika sebelumnya rangkaian lomba HUT RI digelar di beberapa lokasi berbeda seperti lapangan dan Gedung Serbaguna, maka pemusatan acara puncak di Gelanggang Argosiegemerai menghadirkan keuntungan tersendiri bagi para pedagang. Konsentrasi massa yang besar membuat transaksi ekonomi berlangsung sepanjang hari.
Bagi masyarakat, perayaan kemerdekaan menjadi ruang berkumpul dan mencari hiburan bersama keluarga. Namun bagi para pelaku UMKM, momen tersebut adalah kesempatan untuk menambah penghasilan dan memperkuat usaha yang mereka jalankan setiap hari.
Di tengah semarak merah putih yang berkibar, senyum para pedagang malam itu menjadi gambaran lain dari makna kemerdekaan: kesempatan untuk bekerja, berusaha, dan meraih rezeki dari keramaian yang membawa harapan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....