Sagu, Cita Rasa, dan Cerita Papua di Balik Tumbuhnya UMKM
- 16 Agt 2026 18:58 WIB
- Manokwari
RRI.CO.ID, Manokwari - Sagu bukan sekadar bahan pangan bagi masyarakat Papua. Di tangan para pelaku UMKM, sagu dapat menjadi bagian dari inovasi yang melahirkan produk-produk kekinian sekaligus menggerakkan roda ekonomi masyarakat. Kisah tersebut dibagikan dalam obrolan bersama Dialog Pro 4 Para-Para UMKM RRI Manokwari, yang mengangkat tema “Rayakan HUT RI dengan Bangga Produk UMKM Indonesia”. Rahma mengenal dunia pempek sejak masih duduk di bangku SMP ketika di Sorong. Pengalaman tersebut kemudian menjadi bekal ketika Rahma mulai mengembangkan Dapur Arkan.
Ide mengembangkan pempek dengan bahan pangan lokal Papua semakin kuat karena pempek merupakan salah satu makanan kesukaan anaknya. Dari makanan yang dekat dengan keluarga tersebut, muncul gagasan untuk mengolahnya dengan sentuhan bahan lokal, termasuk sagu.
Sementara Astrid berangkat dari kegemaran menikmati makanan enak. Menu donat favorit keluarga kemudian menjadi inspirasi untuk menghadirkan produk kepada masyarakat yang lebih luas. Dari kegemaran tersebut, Astrid dan Rahma tergugah untuk membangun bisnis dengan menyajikan makanan yang mereka sukai. Dalam perjalanannya, keduanya harus menghadapi berbagai tantangan. Mulai dari menemukan adonan dan racikan yang pas hingga memastikan ketersediaan bahan baku.
Astrid bahkan harus menyisir pasar ketika bahan yang dibutuhkan tidak tersedia. Dalam kondisi tertentu, ia terpaksa menutup pesanan. Bagi Rahma, pemanfaatan bahan lokal juga memberikan dampak yang lebih luas. Ketika sagu digunakan sebagai bahan baku, efek domino turut dirasakan oleh penjual sagu. Dengan demikian, perkembangan sebuah UMKM dapat ikut menggerakkan roda ekonomi pelaku usaha lainnya.
Perjalanan panjang tersebut membuat produk yang awalnya dikembangkan dari dapur sendiri kini mulai menjangkau konsumen di berbagai daerah. Dalam obrolan bersama Dialog Pro 4, keduanya juga berbagi bahwa ketekunan dan kejujuran menjadi modal penting untuk membangun kepercayaan konsumen. Sebab, pertumbuhan bisnis bukan hanya tentang menjual produk, tetapi juga bagaimana menjaga kualitas dan kepercayaan yang telah diberikan pelanggan.
Kisah Rahma dan Astrid menunjukkan bahwa UMKM Papua dapat tumbuh dari sesuatu yang sederhana. Dari pengalaman membantu orang tua, kegemaran keluarga, hingga keberanian mengolah pangan lokal, semuanya dapat menjadi awal lahirnya usaha yang terus berkembang dan ikut mengangkat potensi pangan Papua.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....