Lamek Dowansiba: Festival Kopi Buka Peluang Besar Bagi UMKM Manokwari

  • 08 Agt 2026 16:09 WIB
  •  Manokwari

RRI.CO.ID, Manokwari – Anggota DPD RI Daerah Pemilihan Papua Barat yang juga Ketua Umum BPD HIPMI Papua Barat, Lamek Dowansiba mendorong UMKM menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi daerah. Hal tersebut disampaikan saat menghadiri Festival Kopi 2026 di Manokwari City Mall, 7–9 Agustus 2026.

Ia mengatakan, khusus Kabupaten Manokwari, komoditas kopi memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai identitas daerah. Penguatan sektor tersebut membutuhkan kolaborasi pemerintah, HIPMI, perbankan, komunitas, dan pemangku kepentingan lainnya.

“UMKM di Provinsi Papua Barat harus menjadi lokomotif untuk menggerakkan pertumbuhan ekonomi. Khusus di Kabupaten Manokwari, mari kita menjadikan kopi sebagai identitas daerah,” ujarnya Jumat, 7 Agustus 2026.

Menurutnya, HIPMI Papua Barat membuka peluang dukungan modal bagi pelaku usaha yang telah menjalankan bisnis secara konsisten. Namun, bantuan tersebut diberikan melalui proses verifikasi untuk memastikan usaha yang dibantu memiliki keberlanjutan dan potensi berkembang.

Ia menjelaskan, selain dukungan modal, HIPMI juga mendorong pelaku UMKM memanfaatkan program Kredit Usaha Rakyat (KUR). HIPMI Papua Barat sebelumnya juga telah membangun komunikasi dengan Bank Papua agar pelaku usaha yang memenuhi persyaratan dapat mengakses pembiayaan tersebut.

Di sisi lain, ia menilai pengembangan industri kopi tidak cukup hanya dengan meningkatkan produksi, tetapi juga membutuhkan penguatan pasar. Menurutnya, jumlah penikmat kopi dan daya serap pasar perlu terus ditingkatkan agar usaha kopi dapat bertahan dan berkembang.

“Kita berharap ke depan ada konsep khusus yang bisa merangsang para penikmat kopi. Kolaborasi diperlukan untuk memikirkan bersama bagaimana pasar kopi ini bisa berkembang,” ujarnya.

Ia mengapresiasi pelaksanaan Festival Kopi Manokwari 2026 sebagai ruang promosi sekaligus stimulus bagi pertumbuhan industri kopi lokal. Ia berharap kegiatan tersebut dapat digelar lebih besar sehingga semakin banyak pelaku UMKM, barista, komunitas, dan masyarakat terlibat dalam pengembangan ekonomi berbasis kopi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....