Rujak Cingur Tetap Eksis di tengah Tren Kuliner Modern
- 20 Mar 2026 14:06 WIB
- Manokwari
RRI.CO.ID, Manokwari - Salah satu pelaku UMKM kuliner, Mardiono konsisten menjajakan rujak cingur di Kabupaten Manokwari selama kurang lebih delapan tahun. Usaha ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan kuliner khas Jawa Timur di tengah masyarakat Papua Barat.
Usaha tersebut bermula dari ide sang istri, Kuswati, yang menyarankan Mardiono untuk berjualan makanan khas daerah asal mereka. Tak hanya itu, anak mereka juga turut memberikan masukan agar memilih rujak cingur sebagai menu utama yang dijual.
Pada awalnya, Mardiono sempat ragu untuk memulai usaha tersebut. Keraguan muncul karena kekhawatiran akan ketersediaan bahan baku utama, yakni cingur sapi, yang tidak selalu mudah didapatkan di Manokwari.
Namun setelah memastikan ketersediaan bahan baku di sejumlah pasar di Manokwari, Mardiono bersama keluarga akhirnya mantap membuka usaha warung rujak cingur. Kini, usahanya dikenal dengan nama Warung Mak Kus yang berlokasi di Jalan Baru, Kabupaten Manokwari.
Di tengah maraknya makanan modern yang digemari masyarakat, rujak cingur ternyata tetap memiliki tempat tersendiri di hati pelanggan. Kuliner khas Jawa Timur ini masih diminati karena cita rasanya yang unik dan khas.
Untuk satu porsi rujak cingur lengkap, Mardiono membanderol harga yang cukup terjangkau, yakni Rp. 30.000. Harga tersebut dinilai masih ramah di kantong masyarakat dengan porsi dan kualitas yang ditawarkan.
Meski demikian, dalam menjalankan usahanya, Mardiono mengaku menghadapi berbagai kendala. Salah satunya adalah persaingan usaha dan ketersediaan bahan baku utama yang terkadang sulit didapatkan.
“Kendala yang kami harapi cukup banyak, salah satunya saat ini banyak pedagang-pedagang yang menjual produk yang sama jadi terkadang kami tidak mendapatkan bahan baku utama yaitu Cingur Sapi,” kata Mardiono.
Untuk menjaga kualitas rasa, Mardiono dan Kuswati tetap mempertahankan resep khas rujak cingur, terutama pada racikan bumbu yang menggunakan petis dan pisang klutuk. Mardiono pun berharap masyarakat dapat terus melestarikan kuliner tradisional seperti rujak cingur agar tetap dikenal oleh generasi mendatang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....