Harga Cabai di Manokwari Meroket Tajam, Bebani Dompet Warga

  • 07 Okt 2026 05:07 WIB
  •  Manokwari

RRI.CO.ID, Manokwari- Berdasarkan data infografis info pasar Manokwari per Senin, 5 Oktober 2026, harga kelompok cabai-cabaian melonjak tinggi dan menjadi komoditas dengan kenaikan paling signifikan. Ketidakseimbangan antara pasokan dan tingginya permintaan pasar ditengarai menjadi pemicu utama meroketnya harga bumbu dapur utama ini di wilayah Manokwari. Lonjakan yang terjadi dalam beberapa minggu terakhir ini mulai dikeluhkan oleh masyarakat karena berdampak langsung pada pengeluaran harian rumah tangga.

Di Pasar Wosi dan Pasar Sanggeng, harga cabai rawit kompak menyentuh angka hingga Rp 150.000 kg, menjadikannya jenis cabai termahal saat ini. Menyusul di bawahnya, cabai keriting dijual seharga Rp110.000 kg, sedangkan cabai besar bertengger di harga Rp 80.000/kg di kedua pasar tersebut. Kenaikan drastis ini sangat kontras jika dibandingkan dengan harga di tingkat petani, di mana cabai rawit dibeli seharga Rp95.000–Rp105.000 kg, cabai keriting Rp 80.000–Rp85.000/kg, dan cabai besar Rp 50.000–Rp 60.000/kg.

Di sisi lain, komoditas bawang merah dan buah-buahan terpantau masih relatif tinggi namun tetap stabil di pasar tradisional. Di Pasar Wosi, bawang merah dibanderol sebesar Rp45.000/kg, sementara di Pasar Sanggeng harganya mencapai Rp60.000/kg (di tingkat petani hanya Rp25.000–Rp35.000/kg). Untuk komoditas semangka, harganya seragam di angka Rp14.000/kg di kedua pasar, sedangkan jagung manis di Pasar Sanggeng dijual dengan harga Rp10.000 per 4 buah.

Kabar baik datang dari komoditas sayuran hijau dan kacang-kacangan yang harganya cenderung murah dan terjangkau bagi masyarakat. Sayur mayur seperti kacang panjang, terong, kangkung, dan sawi dijual stabil dengan harga rata-rata Rp5.000/ikat baik di Pasar Wosi maupun Pasar Sanggeng. Stabilnya harga sayuran ini menjadi alternatif bagi warga untuk menyiasati mahalnya harga kebutuhan pokok lainnya yang sedang melonjak.

Sementara itu, pasokan komoditas tertentu yang melimpah membawa angin segar bagi penurunan harga timun dan buncis secara perlahan. Di Pasar Wosi dan Pasar Sanggeng, buncis kini dapat dibeli seharga Rp25.000/kg, sedangkan timun dijual murah seharga Rp10.000 per 5 buah. Banyaknya hasil panen lokal yang masuk ke pasar dinilai berhasil menekan harga kedua komoditas sayur ini, sehingga memberikan sedikit kelonggaran bagi perputaran ekonomi warga Manokwari.

Bafan Pusat Statistik Papua Barat dan Bank Indonesia pada pekan lalu menjelaskan tingginya harga sektor komsumsi masyarakat menyebabkan angka inflasi di daerah ini cukup tinggi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....