Inflasi Papua Barat 5,27 Persen, Daya Beli Masyarakat Perlu Dijaga

  • 01 Okt 2026 19:19 WIB
  •  Manokwari

RRI.CO.ID, Manokwari - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Papua Barat meminta pemerintah daerah memperkuat pengendalian inflasi, setelah inflasi Papua Barat pada Agustus 2026 tercatat 5,27 persen secara tahunan atau year-on-year.

Kepala Kanwil DJPb Papua Barat, Moch. Abdul Kobir mengatakan, angka tersebut masih lebih tinggi dibandingkan inflasi Papua Barat Daya sebesar 3,50 persen dan nasional 3,19 persen.

Menurutnya, tekanan harga perlu menjadi perhatian karena inflasi berpengaruh langsung terhadap daya beli masyarakat, terutama kelompok berpendapatan rendah.

“Inflasi bukan sekadar angka statistik, tetapi menyentuh langsung daya beli masyarakat. Kenaikan harga pangan, transportasi, maupun kebutuhan dasar akan cepat dirasakan oleh rumah tangga,” ujar Abdul Kobir.

Ia menilai pengendalian inflasi tidak cukup hanya dengan menjaga stabilitas harga, tetapi juga harus menyentuh persoalan pasokan, konektivitas, distribusi, produksi lokal hingga struktur logistik.

Koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, Bank Indonesia, dunia usaha, dan pemangku kepentingan lainnya dinilai penting untuk memastikan ketersediaan barang dan menjaga keterjangkauan harga.

Di sisi lain, Abdul Kobir menyebut kondisi pemerataan ekonomi masih menjadi perhatian. Berdasarkan indikator yang dipaparkan, tingkat kemiskinan Papua Barat pada Maret 2026 tercatat 18,68 persen, masih jauh di atas angka nasional sebesar 8,07 persen. Selain itu, kesejahteraan petani dan nelayan juga belum merata antara Papua Barat dan Papua Barat Daya.

“Pesannya adalah pertumbuhan ekonomi harus semakin inklusif. Ekonomi tumbuh memang penting, tetapi yang lebih penting adalah apakah pertumbuhan itu mampu menjaga daya beli, menurunkan kemiskinan, dan mengurangi ketimpangan,” katanya.

Abdul Kobir menegaskan, penguatan ekonomi daerah perlu diarahkan tidak hanya pada peningkatan pertumbuhan, tetapi juga memastikan manfaat pembangunan dirasakan masyarakat secara lebih merata.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....