Investor Pasar Modal di Papua Barat Tumbuh 53,33 Persen

  • 21 Agt 2026 19:14 WIB
  •  Manokwari

RRI.CO.ID, Manokwari - Minat masyarakat di Papua Barat dan Papua Barat Daya untuk berinvestasi di pasar modal terus menunjukkan pertumbuhan. Hingga periode Juni 2026, jumlah rekening investasi tercatat mencapai 54.295 rekening atau tumbuh 53,33 persen secara tahunan (year on year).

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Papua Barat dan Papua Barat Daya, Budi Rahman, mengatakan pertumbuhan tersebut menjadi indikator meningkatnya minat masyarakat terhadap produk investasi, namun perlu diimbangi dengan pemahaman yang memadai mengenai risiko.

“Pertumbuhan investor ini tentu positif, tetapi harus dibarengi dengan literasi keuangan. Masyarakat harus memahami profil risiko, tujuan investasi dan pentingnya diversifikasi sebelum menentukan produk yang dipilih,” ujar Budi.

Dari jumlah tersebut, reksa dana menjadi produk yang paling banyak digunakan dengan 51.083 rekening. Sementara rekening saham tercatat sebanyak 18.394 dan Surat Berharga Negara atau SBN sebanyak 725 rekening.

Budi menjelaskan, reksa dana relatif lebih terdiversifikasi karena dana investor ditempatkan pada kumpulan berbagai aset, sehingga penurunan nilai salah satu saham dapat diimbangi oleh aset lainnya. Sebaliknya, investasi saham secara langsung memiliki potensi kerugian yang lebih besar apabila kinerja perusahaan mengalami penurunan.

OJK juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mengikuti rekomendasi investasi dari pihak yang tidak memiliki kompetensi maupun kewenangan, termasuk influencer atau pihak yang menawarkan keuntungan tidak wajar.

“Jangan hanya melihat imbal hasil yang ditawarkan. Pastikan platformnya legal, pahami risikonya dan jangan mengambil keputusan hanya berdasarkan rekomendasi pihak yang tidak bertanggung jawab. Kami mendorong investor menjadi lebih aktif, rasional dan terlindungi,” tegasnya.

OJK berharap pertumbuhan jumlah rekening investasi dapat berjalan seiring dengan peningkatan literasi dan inklusi keuangan, sehingga masyarakat tidak hanya menjadi investor dalam jumlah besar, tetapi juga mampu mengambil keputusan investasi secara bijak dan bertanggung jawab.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....