Perbankan Papua Barat dan Papua Barat Daya Tumbuh Positif
- 21 Agt 2026 19:05 WIB
- Manokwari
RRI.CO.ID, Manokwari - Kinerja perbankan di Provinsi Papua Barat dan Papua Barat Daya menunjukkan tren positif hingga 30 Juni 2026. Pertumbuhan tercatat pada sejumlah indikator utama, mulai dari aset, kredit, hingga Dana Pihak Ketiga atau DPK.
Kepala OJK Papua Barat dan Papua Barat Daya, Budi Rahman mengatakan, total aset perbankan mencapai Rp32,37 triliun atau tumbuh 6,12 persen secara tahunan. Sementara penyaluran kredit mencapai Rp19,16 triliun, tumbuh 3,38 persen, dan penghimpunan DPK mencapai Rp16,5 triliun atau tumbuh 2,01 persen.
“Pertumbuhan kredit kita memang tetap tumbuh, tetapi pertumbuhan kredit tersebut tidak sejalan dengan pertumbuhan dana masyarakat. Dana yang dihimpun perbankan belum mampu mengimbangi jumlah kredit yang disalurkan,” ujar Budi Rahman.
Menurutnya, kondisi tersebut menyebabkan Loan to Deposit Ratio atau LDR perbankan secara agregat berada di atas 100 persen, yakni mencapai 116,14 persen. Kondisi tersebut menunjukkan kebutuhan masuknya dana dari luar wilayah untuk menopang penyaluran kredit di Papua Barat dan Papua Barat Daya.
Budi menjelaskan, LDR di atas 100 persen secara parsial dapat menjadi perhatian dari sisi likuiditas karena dana yang dihimpun tidak sepenuhnya mampu mengimbangi kredit yang disalurkan. Namun, secara agregat kondisi tersebut belum menjadi persoalan mendasar bagi industri perbankan di kedua provinsi.
“Ini menunjukkan bahwa fungsi perbankan di daerah kita lebih banyak untuk menyalurkan dana. Karena itu, yang perlu kita tingkatkan adalah inklusi keuangan dan kemampuan menghimpun dana masyarakat. Pada dasarnya, semakin baik kondisi ekonomi, semakin besar pula sumber dana yang bisa dihimpun,” jelasnya.
OJK menilai peningkatan penghimpunan dana masyarakat perlu terus didorong seiring dengan penguatan aktivitas ekonomi daerah. Dengan demikian, pertumbuhan kredit dapat lebih seimbang dengan pertumbuhan DPK dan ketergantungan terhadap sumber dana dari luar wilayah dapat dikurangi.
Pertumbuhan aset, kredit, dan DPK tersebut sekaligus menunjukkan fungsi intermediasi perbankan di Papua Barat dan Papua Barat Daya tetap berjalan, namun penguatan basis ekonomi dan inklusi keuangan menjadi faktor penting untuk menjaga keberlanjutan pertumbuhan sektor perbankan di daerah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....