Literasi Keuangan OJK :Katakan Tidak untuk Investasi Bodong

  • 27 Jun 2026 14:23 WIB
  •  Manokwari

RRI.CO.ID, Manokwari – Lembaga Penyiaran Publik (LPP) RRI Manokwari bekerja sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua Barat menggelar dialog interaktif bertajuk "Katakan Tidak untuk Investasi Bodong". Kegiatan ini bertujuan meningkatkan literasi keuangan masyarakat agar lebih waspada terhadap berbagai bentuk penipuan investasi yang semakin marak.

Dialog menghadirkan narasumber Stella Matitaputty, S.E., M.Pd., CFP, selaku Manager Madya Otoritas Jasa Keuangan (OJK), yang memberikan edukasi mengenai ciri-ciri investasi ilegal, modus penipuan yang sering digunakan, serta langkah-langkah yang perlu dilakukan masyarakat sebelum menanamkan modal.

Dalam pemaparannya, Stella menjelaskan bahwa investasi bodong umumnya menawarkan keuntungan yang tinggi dalam waktu singkat tanpa risiko yang jelas. Menurutnya, masyarakat harus lebih kritis dan tidak mudah tergiur oleh janji keuntungan yang tidak masuk akal. "Pastikan sebelum berinvestasi, masyarakat memeriksa legalitas perusahaan maupun produk investasi melalui OJK. Jangan mudah percaya pada ajakan investasi hanya karena iming-iming keuntungan besar dalam waktu singkat," ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya meningkatkan literasi keuangan sebagai benteng utama dalam mencegah masyarakat menjadi korban investasi ilegal. Selain memeriksa izin usaha, masyarakat juga diimbau memahami produk investasi yang ditawarkan dan memastikan profil risikonya sesuai dengan kemampuan masing-masing.

Melalui dialog tersebut, RRI Manokwari dan BPS Provinsi Papua Barat berharap masyarakat semakin memahami pentingnya berinvestasi secara aman dan legal. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya bersama dalam mendukung peningkatan literasi keuangan serta perlindungan konsumen di Papua Barat.

RRI Manokwari berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program edukatif melalui siaran dialog yang memberikan informasi bermanfaat bagi masyarakat, termasuk mengenai perlindungan konsumen, literasi keuangan, dan pembangunan daerah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....