Warga Manokwari Keluhkan Pinjaman Ilegal, OJK Beri Edukasi

  • 17 Apr 2026 12:04 WIB
  •  Manokwari

RRI.CO.ID, Manokwari – Sejumlah masyarakat di Manokwari mengeluhkan maraknya pinjaman berbunga tinggi dan investasi merugikan dalam program “Halo RRI", Jumat, 17 April 2026.

Keluhan tersebut disampaikan oleh pelaku usaha kecil, UMKM, hingga mama-mama penjual yang mengalami kesulitan ekonomi dan keterbatasan akses permodalan.

Salah satu pelaku usaha kecil mengaku terpaksa mengambil pinjaman dengan bunga tinggi karena kebutuhan mendesak. Kondisi ini justru memperberat beban usaha karena cicilan yang terus meningkat.

Selain itu, masyarakat juga mengaku kesulitan membedakan investasi legal dan ilegal. Tidak sedikit yang tergiur iming-iming keuntungan cepat, namun berakhir mengalami kerugian.

Keluhan lainnya datang dari pelaku UMKM yang ingin mengembangkan usaha, tetapi terkendala syarat pinjaman di lembaga keuangan formal. Akibatnya, mereka memilih pinjaman cepat yang berisiko tinggi.

Bahkan, seorang mama penjual di Manokwari mengaku terjebak pinjaman online. Awalnya ringan, namun bunga yang terus bertambah membuatnya kesulitan melunasi utang.

Menanggapi hal tersebut, narasumber dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Papua Barat, Bapak Kevin yang dihubungi melalui sambungan telepon dalam program tersebut menjelaskan pentingnya masyarakat memahami legalitas lembaga keuangan sebelum meminjam atau berinvestasi.

Pihak OJK menegaskan, masyarakat diimbau hanya menggunakan layanan keuangan yang terdaftar dan diawasi secara resmi. Selain itu, masyarakat juga diminta untuk tidak mudah tergiur dengan penawaran investasi yang menjanjikan keuntungan besar dalam waktu singkat.

OJK Papua Barat juga mendorong pelaku UMKM untuk memanfaatkan akses pembiayaan resmi seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) serta lembaga keuangan yang telah memiliki izin.

Melalui edukasi ini, diharapkan masyarakat dapat lebih bijak dalam mengelola keuangan serta terhindar dari pinjaman ilegal dan investasi bodong yang merugikan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....