GIIAS 2026 Buktikan Minat Kendaraan Elektrifikasi Makin Kuat di Indonesia
- 24 Agt 2026 07:41 WIB
- Manokwari
Poin Utama
- GIIAS 2026 menjadi ajang penting bagi perkembangan kendaraan elektrifikasi di Indonesia.
- Beragam teknologi hadir, mulai dari HEV, PHEV, BEV, hingga REEV.
- Toyota mencatat 6.175 SPK, dengan kendaraan elektrifikasi menyumbang 56 persen.
RRI.CO.ID, Manokwari - GIIAS 2026 menjadi salah satu panggung yang memperlihatkan semakin besarnya perhatian konsumen Indonesia terhadap kendaraan elektrifikasi. Beragam teknologi, mulai dari hybrid electric vehicle (HEV), plug-in hybrid (PHEV), battery electric vehicle (BEV), hingga range-extended electric vehicle (REEV), hadir dengan pilihan model dan segmen yang semakin luas. GAIKINDO mencatat GIIAS 2026 diikuti 43 merek mobil penumpang dan lebih dari 65 merek otomotif global secara keseluruhan, dengan kendaraan elektrifikasi menjadi salah satu sorotan utama.
Dilansir dari GAIKINDO, Salah satu gambaran kuat datang dari Toyota yang membukukan 6.175 Surat Pemesanan Kendaraan atau SPK selama 11 hari penyelenggaraan GIIAS 2026. Dari jumlah tersebut, kendaraan elektrifikasi menyumbang 56 persen dari total pemesanan, menunjukkan bahwa teknologi hybrid dan listrik semakin mendapat tempat di pasar Indonesia. Kijang Innova Zenix Hybrid EV menjadi salah satu penyumbang terbesar dengan 1.669 pemesanan.
Minat terhadap kendaraan listrik juga terlihat dari kehadiran pemain baru di pasar Indonesia. Changan, misalnya, membukukan 1.120 SPK selama GIIAS 2026, dengan SUV listrik Nevo Q05 menyumbang sekitar 78 persen dari total pemesanan tersebut. Capaian ini memperlihatkan bahwa konsumen tidak hanya tertarik pada merek lama, tetapi juga mulai terbuka terhadap pilihan kendaraan elektrifikasi dari pemain baru.
Tidak hanya soal pemesanan, antusiasme konsumen juga terlihat dari tingginya keinginan untuk mencoba langsung kendaraan listrik. Wuling mencatat 1.648 dari total 2.203 aktivitas test drive dilakukan menggunakan Aira EV, atau sekitar 75 persen dari keseluruhan sesi uji coba merek tersebut. Angka ini menjadi indikasi bahwa rasa penasaran masyarakat terhadap pengalaman berkendara kendaraan listrik juga semakin besar.
Menariknya, perkembangan elektrifikasi di Indonesia tidak hanya mengarah pada mobil listrik murni. Kendaraan hybrid juga menjadi pilihan bagi konsumen yang ingin beralih ke teknologi yang lebih rendah emisi tanpa harus langsung bergantung sepenuhnya pada pengisian daya baterai. Kehadiran berbagai pilihan teknologi ini membuat konsumen dapat memilih kendaraan sesuai kebutuhan, kebiasaan berkendara, serta kesiapan terhadap infrastruktur yang tersedia.
Secara keseluruhan, GIIAS 2026 memperlihatkan bahwa kendaraan elektrifikasi bukan lagi sekadar produk yang menarik perhatian di lantai pameran. Tingginya SPK, aktivitas test drive, serta banyaknya model baru menunjukkan bahwa minat konsumen Indonesia terhadap mobil listrik dan hybrid semakin kuat. Meski pasar masih terus berkembang, GIIAS 2026 menjadi sinyal bahwa masa depan industri otomotif Indonesia akan semakin dipenuhi pilihan kendaraan dengan teknologi elektrifikasi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....