Mengetahui Fakta dan Mitos Tentang Mimisan

  • 23 Okt 2024 03:36 WIB
  •  Manokwari

KBRN, Manokwari: Mimisan, atau epistaksis, adalah kondisi umum yang sering terjadi, terutama pada anak-anak, hati-hati dalam melakukan tindakan yang justru memperparah keadaan. berikut adalah beberapa mitos dan fakta mengenai mimisan yang perlu diketahui untuk penanganan yang tepat.

1. Mimisan Hanya Terjadi pada Anak- Anak

Fakta

Meskipun mimisan sering terjadi pada anak-anak, semua usia dapat mengalaminya, pada orang dewasa, terutama yang lebih tua, mimisan bisa terjadi akibat pembuluh darah di bagian dalam hidung pecah. Penyebabnya bisa beragam, termasuk penggunaan aspirin, tekanan darah tinggi, atau trauma wajah, jika mimisan sering terjadi, penting untuk berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui penyebab yang mendasarinya.

2. Sering Mimisan adalah Hal yang Wajar

Fakta

Walaupun mimisan sering dianggap ringan, frekuensi yang tinggi dapat menunjukkan gangguan kesehatan yang lebih serius. Beberapa kondisi yang mungkin terkait dengan mimisan berulang termasuk kelainan septum hidung, penggunaan obat tertentu, tumor, atau aneurisma, penting untuk tidak mengabaikan mimisan yang sering terjadi.

3. Daun Sirih adalah Cara Tercepat Menghentikan Mimisan

Fakta

Menggunakan daun sirih untuk menghentikan mimisan masih menjadi praktik umum. Daun sirih mengandung tanin, yang dapat membantu pembekuan darah dengan mengecilkan pembuluh darah, penting untuk mencuci daun sirih dengan bersih sebelum menggunakannya untuk mencegah infeksi.

4. Jangan Melakukan Apa Pun Saat Mimisan

Fakta

Memang sebaiknya tidak memasukkan apa pun ke dalam hidung saat mimisan masih berlangsung, cara yang benar adalah duduk dengan kepala tegak dan menjepit hidung dengan jari selama 10 menit. Fokuskan tekanan pada bagian perbatasan antara hidung lembut dan keras, dan bernapaslah melalui mulut, jika ada darah yang tertelan, hal itu tidak berbahaya, meskipun dapat menyebabkan rasa mual.

Mengetahui fakta dan mitos tentang mimisan dapat membantu kita atau orang tua untuk mengambil tindakan yang tepat saat mengalami kondisi ini. Selalu penting untuk memantau frekuensi dan intensitas mimisan, serta berkonsultasi dengan dokter jika diperlukan untuk memastikan kesehatan anak.(Sumber:www.anakku.id).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....